Selasa, 16 Juli 2013

NAMA PARA NABI TERTULIS DALAM PRASASTI EBLA, 1500 TAHUN LEBIH TUA DARIPADA TAURAT


Berasal dari masa sekitar 2500 SM, prasasti Ebla memberikan keterangan teramat penting mengenai sejarah agama-agama. Sisi terpenting mengenai prasasti Ebla, yang ditemukan para ahli arkeologi pada tahun 1975 dan yang sejak itu telah menjadi pokok bahasan dari banyak penelitian dan perdebatan, adalah terdapatnya nama tiga orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci.

Penemuan prasasti Ebla setelah ribuan tahun dan informasi yang dikandungnya sungguh sangat penting dari sudut pandang perannya dalam memperjelas letak geografis kaum-kaum yang disebutkan dalam Al Qur'an.

Sekitar 2500 SM, Ebla adalah sebuah kerajaan yang meliputi suatu wilayah yang di dalamnya termasuk ibukota Syria, Damaskus, dan Turki bagian tenggara. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bidang kebudayaan dan ekonominya, namun setelah itu, sebagaimana yang menimpa banyak peradaban besar, menghilang dari panggung sejarah. Tampak dari catatan yang terawetkan tersebut bahwa Kerajaan Ebla merupakan pusat utama kebudayaan dan perdagangan di masanya.(1) Penduduk Ebla memiliki sebuah peradaban yang membangun lembaga-lembaga arsip negara, mendirikan perpustakaan-perpustakaan dan mencatat aneka perjanjian perdagangan secara tertulis. Mereka bahkan memiliki bahasa mereka sendiri, yang disebut sebagai Eblaite.

Sejarah Agama-Agama Zaman Dahulu

Peran penting sesungguhnya Kerajaan Ebla, yang dianggap sebagai sebuah keberhasilan besar bagi arkeologi klasik ketika pertama kali ditemukan di tahun 1975, mengemuka dengan ditemukannya sekitar 20.000 prasasti dan penggalan tulisan paku. Naskah ini empat kali lebih banyak daripada seluruh naskah bertulisan paku yang diketahui para arkeolog selama 3.000 tahun terakhir.

Ketika bahasa yang digunakan dalam prasasti-prasasti tersebut diterjemahkan oleh seorang berkebangsaan Italia Giovanni Pettinato, penerjemah naskah-naskah kuno dari Universitas Roma, nilai penting prasasti tersebut semakin dipahami. Alhasil, penemuan Kerajaan Ebla dan kumpulan naskah negara yang luar biasa tersebut tidak hanya menarik perhatian di bidang arkeologi, tapi juga bagi kalangan agamawan. Hal ini dikarenakan selain nama-nama seperti Mikail (Mi-ka-il) dan Thalut (Sa-u-lum), yang berperang bersama Nabi Dawud, prasasti-prasasti ini juga menuliskan nama-nama nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu), Nabi Dawud (Da-u-dum) dan Nabi Ismail (Ish-ma-il). (2)

Pentingnya Nama-Nama yang Disebut dalam Prasasti Ebla

Nama para nabi yang ditemukan dalam prasasti Ebla memiliki nilai teramat penting karena ini adalah kali pertama nama-nama tersebut dijumpai dalam naskah bersejarah setua itu. Informasi ini, yang berasal dari zaman 1500 tahun sebelum Taurat, sangatlah mengejutkan. Kemunculan nama Nabi Ibrahim di dalam prasasti tersebut menyatakan secara tertulis bahwa Nabi Ibrahim dan agama yang dibawanya telah ada sebelum Taurat.

Para sejarawan mengkaji prasasti Ebla dari sudut pandang ini, dan penemuan besar tentang Nabi Ibrahim dan misi yang diembannya menjadi bahan penelitian dalam kaitannya dengan sejarah agama-agama. David Noel Freedman, arkeolog dan peneliti Amerika mengenai sejarah agama-agama, melaporkan berdasarkan penelitiannya nama-nama nabi seperti Ibrahim dan Ismail di dalam prasasti tersebut. (3)

Nama-Nama Lain di dalam Prasasti

Sebagaimana disebutkan di atas, nama-nama yang ada di dalam prasasti adalah nabi-nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci, dan prasasti tersebut jauh lebih tua daripada Taurat. Selain nama-nama ini terdapat pula hal-hal lain dan nama-nama tempat di dalam prasasti tersebut, yang dengannya dapat diketahui bahwa penduduk Ebla adalah para pedagang yang sangat berhasil. Nama Sinai, Gaza dan Yerusalem, yang tidak terlalu jauh letaknya dari Ebla, juga terdapat di dalam tulisan tersebut, yang menunjukkan bahwa penduduk Ebla memiliki hubungan yang sangat baik dengan tempat-tempat tersebut di bidang perdagangan dan kebudayaan. (4)

Satu rincian penting yang diketahui dari prasasti tersebut adalah nama-nama wilayah seperti Sodom dan Gomorrah, tempat berdiamnya kaum Luth. Diketahui bahwa Sodom dan Gomorrah adalah sebuah wilayah di pesisir Laut Mati tempat bermukimnya kaum Luth dan tempat di mana Nabi Luth mendakwahkan risalahnya dan menyeru masyarakat untuk hidup mengikuti nilai-nilai ajaran agama. Selain dua nama ini, kota Iram, yang tercantum di dalam ayat-ayat Al Qur'an, juga di antara yang tersebut di dalam prasasti Ebla.

Sisi paling penting untuk dicermati dari nama-nama ini adalah bahwa selain dari naskah-naskah yang disampaikan oleh para nabi, nama-nama tersebut belum pernah muncul di dalam naskah mana pun sebelumnya. Ini adalah bukti tertulis penting yang menunjukkan bahwa para nabi yang medakwahkan risalah satu agama yang benar di masa itu telah mencapai wilayah-wilayah tersebut. Dalam sebuah tulisan di majalah Reader's Digest, tercatat di masa itu bahwa terdapat pergantian agama dari penduduk Ebla selama masa pemerintahan Raja Ebrum dan bahwa masyarakat mulai menambahkan imbuhan di depan nama-nama mereka dalam rangka meninggikan nama Tuhan Yang Mahakuasa.

Janji Allah Adalah Benar…

Sejarah Ebla dan prasasti Ebla yang ditemukan setelah 4.500 tahun sesungguhnya mengarahkan kepada satu kebenaran yang teramat penting: Allah telah mengirim utusan-utusan kepada penduduk Ebla, sebagaimana yang Dia lakukan ke setiap kaum, dan para utusan ini menyeru kaum mereka kepada agama yang benar.

Sebagian orang memeluk agama yang sampai kepada mereka sehingga mereka berada di jalan yang benar, sedangkan yang lain menentang risalah para nabi dan lebih memilih kehidupan yang nista. Tuhan, Penguasa langit dan bumi, dan segala sesuatu di antara keduanya, mewahyukan kenyataan ini dalam Al Qur'an:

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An Nahl, 16: 36)


Daftar pustaka:
1) "Ebla", Funk & Wagnalls New Encyclopaedia, © 1995 Funk & Wagnalls Corporation, Infopedia 2.0, SoftKey Multimedia Inc.
2) Howard La Fay, "Ebla: Splendour of an Unknown Empire," National Geographic Magazine, December 1978, h. 736; C. Bermant and M. Weitzman, Ebla: A Revelation in Archaeology, Times Books, 1979, Wiedenfeld and Nicolson, Great Britain, h. 184.
3) Bilim ve Teknik magazine (Science and Technology), No. 118, September 1977 and No. 131 October 1978
4) For detailed information, please see Harun Yahya's Miracles of the Qur'an.

Sumber:
http://id.harunyahya.com/id/works/4535/NAMA_PARA_NABI_TERTULIS_DALAM_PRASASTI_EBLA__1500_TAHUN_LEBIH_TUA_DARIPADA_TAURAT

Manfaat Luar Biasa dari Wudhu


Oleh Prof Dr H Nasaruddin Umar


Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudlu. Ia mengemukakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka yaitu sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudlu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.

Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudlu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudlu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.

Ulama tasawuf menjelaskan hikmah wudlu dengan menjelaskan bahwa daerah-daerah yang dibasuh air wudlu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita. Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka.

Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari? Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudlu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.

Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.

Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudlu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudlu itu (ma’a akhir qathr al-ma’).

Wudlu dalam Islam masuk di dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti halnya tayammum, syarth, dan mandi junub. Tidak disebutkan Bab al-Nadhafah (pembersihan secara fisik). Rasulullah SAW selalu berusaha mempertahankan keabsahan wudlunya.

Yang paling penting dari wudlu ialah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Alquran. Wudlu sendiri akan memproteksi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudlu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudlu.

Sumber: 

Senin, 15 Juli 2013

Pendekatan Qur’ani Tentang Yesus



Kajian dan karya-karya tentang Yesus yang ada selama ini mayoritas bersandar pada Perjanjian Baru, sumber-sumber Kristen, Yahudi, dan sumber-sumber sejarah lainnya. Al-Qur’an jarang disebut apalagi dipertimbangkan oleh sebagian besar penulis Kristen. Pengabaian ini mencerminkan anggapan bahwa Al-Quran tidak dapat diandalkan sebagai sumber penelitian sejarah. Sebaliknya, para peneliti muslim yang menulis tentang Yesus hanya mengkaji apa yang dikatakan Al-Qur’an dan sumber-sumber Islam lainnya namun menolak gambaran Kristen tentang Yesus.

Buku The Mystery of Historical Jesus karya Louay Fatoohi sengaja hadir untuk mengkaji Yesus dengan pendekatan qur’ani. Fatoohi memperlihatkan bahwa gambaran Al-Qur'an tentang Yesus bersifat konsisten secara internal dan dapat dicocokkan dengan fakta sejarah yang ada. Fatoohi adalah cendekiawan mulism Inggris yang baru masuk Islam saat umurnya masuk 23 tahun. Ia tertarik untuk memperdalam Al-Qur’an karena baginya, Al-Qur’an telah mengambil panggung utama yang begitu berpengaruh dalam ketertarikannya kepada Yesus (hlm 17). 

Dalam buku ini, Fatoohi hendak menegaskan posisi Al-Qur'an sebagai sumber yang konsisten, otentik dan komprehensif tentang sejarah Yesus. Ia menampilkan kajian yang menempatkan sumber-sumber sejarah tentang Yesus secara berimbang. Menurut Fatoohi, Al-Qur’an banyak menyebut Yesus atau Isa Al-Masih dalam beberapa ayatnya, seperti dalam QS. Annisa’: 163, QS. Maryam: 30, QS. Ali-Imran: 84, QS. Al-Baqaroh: 84, dan QS. Ali Imran: 49, QS. Al-Maidah: 65, dan QS. Al-Hadid: 57 (hlm 443). 

Kajian Fatoohi yang imajinatif dan argumentatif ini, menyatakan bahwa Yesus menurut Al-Qur’an adalah seorang Nabi manusia dan utusan Allah yang tidak pernah mengklaim sebagai Tuhan. Yesus adalah pendahulu Nabi Muhammad yang hidup sekitar enam abad sebelum Nabi Muhammad. Ramalannya tentang kedatangan Muhammad dan pembenar atas kenabiannya secara khusus menjadi penting. Pada saat Nabi Muhammad hadir, ada jutaan orang Kristen di pelbagai penjuru negara. Yesus memerintahkan orang-orang Kristen untuk menerima Nabi yang baru melanjutkan ajaran yang telah disampaikannya. Al-Qur’an mengatakan bahwa setiap Nabi datang dengan membawa misi kebaikan dan mengakui serta membenarkan terhadap nabi-nabi sebelumnya. Muhammad membenarkan ajaran Yesus, Musa, Harun, dan nabi-nabi sebelumnya. Yesus menurut Al-Qur’an sama dengan nabi-nabi sebelumnya. Hanya saja, Al-Qur’an menetapkan Muhammad sebagai Nabi puncak risalah ilahi (hlm 455).

Menurut pengajar di Universitas Durham ini, Al-Qur’an menghormati seluruh Nabi dan juga memposisikan Yesus secara terhormat. Al-Qur’an mengisahkan Yesus dalam 11 ayat. Kisah Yesus dalam Al-Qur’an secara substansial berbeda dengan Kristen yang ada dalam perjanjian baru. Yesus dalam Perjanjian Baru dianggap bersifat ketuhanan sebagai esensi dari kedudukan uniknya sebagai anak Allah. Al-Qur’an menegaskan bahwa Yesus adalah nabi Muslim laiknya Adam, Ibrahim, Musa dan nabi lainnya. Deskripsi ini barangkali terdengar aneh bagi orang yang tidak memahami makna qur’ani Islam dan berpikir bahwa Islam hanya terkait dengan nabi Muhammad. Menurut Fatoohi, ungkapan perisraftik “anak Allah” hanya untuk menepis upaya menuhankan Yesus di masa mendatang. Al-Qur’an secara mutlak menolak pernyataan bahwa Yesus adalah anak Allah. (hlm 782).

Lebih jauh, buku ini juga mengulas bahwa Yesus mendapatkan mukjizat dari Allah. Al-Qur’an menjelaskan bahwa Yesus menerima mukjizat berupa kecerdasan paranormal, menciptakan bentuk-bentuk burung dari tanah liat, menyembuhkan kebutaan, dan menghidupkan orang mati (hlm 547). Yesus juga tak pernah mengklaim diri atau menginginkan menjadi seorang raja bagi bangsa Yahudi. Misi Yesus sama dengan misi spiritual yang dibawa oleh nabi-nabi lainnya.

Karya yang ditulis dengan penelitian ekstensif ini mengisi kekosongan dalam literatur tentang Yesus historis dengan mempertimbangkan Al-Qur’an, Injil, dan sumber-sumber religius dan historis lainnya. Buku ini sangat komprehensif dan informatif dalam memberikan perspektif baru dan segar tentang sejarah Yesus dengan pendekatan qur’ani. 


Judul : The Mystery of Historical Jesus
Penulis : Louay Fatoohi
Penerbit : Mizan 
Cetakan : I, April 2012
Tebal : 851 halaman 
Harga : Rp. 95. 000
Peresensi: Wildani Hefni, Peneliti di Lembaga Kajian Pendidikan, Keislaman dan Sosial (LeKDiS), Jakarta

Masjid Baru Bermunculan di AS

Salah satu masjid di Amerika

Salah satu masjid di Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Beberapa waktu yang lalu, sebuah masjid baru dibangun di Amerika Serikat, tepatnya di Rowland Heights. Masjid ini dinamai Masjid Qubaa. 

Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa pembangunan masjid kini sedang merebak di AS, baik di negara bagian California Selatan maupun di daerah lainnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, banyak masjid baru yang dibangun di berbagai wilayah AS. Jumlah masjid pun meningkat secara signifikan di daerah  Mission Viejo, Irvine, Anaheim, Reseda, Rancho Cucamonga, Rosemead, Diamond Bar, dan Tustin. Sejumlah masjid baru juga direncanakan akan dibangun di Temecula, Ontario, Lomita, dan Corona.

Fenomena pembangunan masjid baru ini, terutama di Rowland Height, menjadi sorotan publik Amerika. Masjid baru ini didanai sepenuhnya oleh kaum Muslim setempat, yang telah menetap di daerah tersebut sejak 1960.

Hal ini menarik karena sebelumnya setiap ada pembangunan masjid baru, pasti didanai oleh pihak asing. Contohnya, Masjid King Fahad di Culver City yang didanai Pemerintah Arab Saudi dan Masjid Omar di dekat University of Southern California (USC) yang didanai oleh Libya.

Hal ini bisa ditelisik karena Pemerintah Amerika sendiri memperketat pengawasan pada investasi asing, terutama dari negara-negara Islam, sejak peristiwa 9/11 tahun 2001 silam. 

Kaum Muslim di Amerika pun enggan menerima bantuan dari pihak asing. “Ini yang mengubah pandangan mereka,” ujar Direktur Dewan Syura Islam Kalifornia Selatan, Shakeel Syed, seperti dikisahkan dalam Los Angeles Times.

Kebanyakan masjid di Amerika masih berupa bangunan yang diperuntukkan untuk beribadah. Namun, beberapa konsep masjid yang baru, contohnya Islamic Center di San Gabriel Valle, jumlahnya meningkat dalam satu dekade terakhir.
Pada 2011, jumlahnya sekitar 632 masjid, meningkat dua kali lipat dari tahun 2000 yang hanya berjumlah 314 masjid. Angka ini didapatkan dariAmerican Mosque Study tahun 2011 lalu.

Untuk wilayah metropolitan, di California Selatan misalnya, ada 120 masjid di sana. Wilayah kedua yang masjidnya juga banyak adalah di New York. 

Jumlah Muslim di AS kini masih menjadi perdebatan, tetapi penelitian mengungkapkan ada sekitar 2,7 juta Muslim dan jumlahnya terus bertambah.

Untuk pembangunan Masjid Qubaa di Rowland Heights ini, beberapa anggotanya menyumbangkan 100 ribu dolar AS, ada pula yang 500 ribu dolar. 

Beberapa kegiatan dilakukan untuk menggalang dana. Para perempuan menggelar fashion show yang mampu mengumpulkan dana sebesar 100 ribu dolar AS.
Puluhan pengrajin dan tukang menyumbangkan jasa dan material konstruksi untuk membantu pembangunan masjid.

Di sisi lain, pembangunan masjid yang kian merebak di Amerika, ada juga yang menuai protes dari masyarakat lokal, seperti di Temecula, Lomita, dan Ontario.
Sebagian masyarakat yang tinggal di dekat masjid khawatir dengan kebisingan, parkir, dan kemacetan yang akan ditimbulkan. 

Namun, menurut Deputi Direktur Dewan  Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Ameena yaningsih Qazi, keberatan-keberatan seperti ini dapat ditangani. Muncul juga perdebatan yang ditandai dengan komentar anti-Islam dan ketakutan pada terorisme. 
Sumber:

Peneliti Kulit Kacang Ingin Menggratiskan Karyanya


Seorang arsitek asal Amerika Serikat mengunjungi stand Nisrina Nuramalia Fathina, siswi SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, di Genius Olympiad yang berlangsung di New York. Dia memuji papan dari kulit kacang karya Nisrina. koleksi pribadi
TEMPO.CO, Jakarta - Nisrina Nuramalia Fathina, siswi XII SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, berhasil membuat tiga jenis produk dari meneliti kulit kacang. Perempuan 18 tahun ini berharap karyanya bermanfaat bagi banyak orang.

"Saya lebih suka penemuan saya itu dipakai secara massal. Ini untuk dunia, kenapa harus ada bayar-membayar. Akan tetapi, jangan ada yang mengaku-ngaku juga, sih, sebagai karya mereka," kata Nisrina pada Tempo, Jumat, 5 Juli 2013, di SMA Kharisma Bangsa.

Karya Nisrina diikutsertakan dalam ajang International High School Environment Project Olympiaddi Oswego, New York, Amerika Serikat, pada 16-20 Juni 2013. Penelitiannya yang berjudul berjudul The utilization of peanut hull waste (Arachis hypogaea L) as electrolyte source, sunscreen, and alternative board meraih medali perak. Ajang itu diikuti ratusan peserta dari 58 negara, seperti Amerika dan negara-negara Eropa.

Dari penelitiannya, kulit kacang bisa dimanfaatkan sebagai sumber elektrolit yang mengandung listrik, bahan pelindung kulit dari sinar matahari atau tabir surya, serta papan alternatif. Karyanya tentang papan alternatif ini, bahkan, dipuji seorang arsitek asal Amerika. "O, ini bagus sekali untuk kebutuhan arsitek, bisa sebagai bahan isolator ruangan di negara-negara bermusim dingin," kata Nisrina menirukan ucapan arsitek itu.

Nisrina menjelaskan, dari spesifikasi papan kulit kacang tersebut, papan ini juga bisa digunakan untuk pembuatan alat musik, olahraga, dan peralatan edukasi.

Agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, anak bungsu dari dua bersaudara ini berharap karyanya bisa digunakan dalam industri. "Saya berharap ada industri yang tertarik untuk menggunakannya," kata dia. 
Sumber:

Siswa SMAN 10 Malang Ciptakan Reaktor Multifungsi


Ilustrasi. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Malang - Dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Malang berhasil menyabet special award dan medali perunggu dalam International High School Environment Project Olympiad di Oswego, New York, Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan kepada Edwin Luthfi Saputra dan Steavanny atas penemuan reaktor multifungsi bernama B Interconnected Reactor.

"Hanya kita dan Hongkong yang meraih special award," kata Edwin pada Tempo, Senin, 8 Juli 2013. Mereka bersaing dengan 325 peserta dari 58 negara. Baterai bekas diubah menjadi kristal mineral yang berguna untuk pupuk, suplemen makanan ternak, dan penjernih air. Peralatan yang dirancang selama lima bulan ini menarik perhatian dewan juri, karena seluruh proses tanpa menggunakan bahan bakar fosil.

Mereka menciptakan sebuah reaktor kedap udara yang terbuat dari tabung plastik berdiameter sekitar 20 sentimeter, pompa, manometer, empat tabung kaca, dan gelas plastik. Peralatan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 ribu. "Alat ada di sekitar kita, mudah, dan murah," kata Edwin.

Proses kerja alat itu adalah komponen baterai zink sulfat yang dimasukkan di dalam tabung bereaksi dengan asam hingga menghasilkan kristal mineral dan hidrogen. Setiap 120 mililiter asam menghasilkan hidrogen yang cukup untuk proses selama 10 menit. Hidrogen yang dihasilkan digunakan untuk proses lanjutan berupa pemanasan yang menghasilkan kristal dari tabung gelas.

"Sehingga bahan bakar diproduksi oleh sistem reaktor ini," kata Steavanny. Kristal mineral yang dihasilkan telah diuji coba untuk pupuk tanaman. Hasilnya, pertumbuhan tanaman lebih cepat. Alat ini juga dikembangkan untuk penjernih air. Kotoran terikat dan mengendap di bawah permukaan air. Selain itu, fungsi sebagai suplemen makanan ternak juga menunjukkan hasil, kotoran ternak memiliki kandungan gas metana yang rendah, sehingga tak merusak lapisan ozon.

Keikutsertaan kedua siswa ini diawali dari Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2012. Dengan temuan peralatan ini, mereka meraih juara dua dan berhak mengikuti lomba internasional High School Environment Project Olympiad. Steavanny berharap, peralatan ini dikembangkan menjadi produk skala besar. "Demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," katanya. 
Sumber:

Buat Pemain Bola, Ramadan Kali Ini Tepat Waktu

Buat Pemain Bola, Ramadan Kali Ini Tepat Waktu

Sami Khedira . REUTERS/Thierry Roge
TEMPO.CO, - Saat masih melatih Inter Milan, Jose Mourinho pernah memaki salah seorang pemainnya, Sulley Muntari, yang ngototberpuasa, sehingga performanya melorot. Ia juga menyalahkan Ramadan yang membuat stamina pemain kedodoran.

"Dalam cuaca panas seperti ini, dia seharusnya tidak berpuasa,” kata Mourinho ketika itu. “Ramadan tak datang di waktu yang tepat, terutama bagi para pemain yang tetap harus bermain.”

Bagi Mou, pilihannya hanya dua: tetap berpuasa kemudian tampil buruk atau segera berbuka karena pemain dibayar untuk bermain. Ramadan sama sekali bukan alasan. Gelandang asal Ghana itu pun ditarik pada menit ke-30.

Ucapan Mourinho itu membuat pemimpin Organisasi Islam Italia (UCOII), Mohamed Nour Dachan, jengkel. "Sebaiknya Mourinho jangan banyak bicara,” katanya. Tapi Mou memang selalu banyak bicara. Itu sebabnya dia kerap dijuluki Si Mulut Besar.

Ucapannya soal "Ramadan tak datang di waktu yang tepat" juga mewakili persoalan sejumlah pemain sepak bola muslim di Eropa. Sebab, Ramadan memang kerap datang di pertengahan kompetisi, ketika kinerja para pemain justru sedang digenjot agar sebuah klub tak ketinggalan poin dari klub lawan. Dan kasus Muntari bukanlah yang pertama kali.

Tiga pemain muslim di Divisi II Jerman--Coulibaly, Pa Saikou Kujabi, dan Oualid Mokhtari--pernah disemprot gara-gara berkukuh berpuasa di tengah kompetisi pada 2009. Klub mereka, FSV Frankfurt, sampai harus memberi peringatan formal bagi ketiganya.

FSV Frankfurt juga membawa persoalan ini ke Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), yang kemudian menggandeng Pusat Dewan Muslim Jerman untuk duduk bersama. Pada 2010, keluarlah fatwa: pemain dihalalkan tak berpuasa pada hari pertandingan selama kompetisi.

"Pemain sepak bola muslim profesional dapat menjalankan ibadah puasa saat jeda pertandingan dan mereka dapat melanjutkan ibadah puasa Ramadan pada hari yang lain," kata Aiman Mazyek, Sekretaris Jenderal Pusat Dewan Muslim Jerman. "Menjaga kesehatan adalah salah satu unsur penting dalam Islam."

Fatwa ini merujuk pendapat Universitas Al-Azhar di Kairo dan Majelis Eropa untuk Fatwa dan Penelitian, dua organisasi penting untuk peraturan Islam. Keputusan ini sekaligus menjadi jalan tengah bagi klub dan pemain muslim.

Mourinho kini melatih Real Madrid. Di klub ini, dia punya lima pemain muslim: Mesut Oezil, Sami Khedira, Nuri Sahin, Lassana Diarra, dan Karim Benzema. Tapi, selama di Madrid, Mou tak pernah lagi menuding Ramadan sebagai biang keladi melorotnya performa pemain.

"Seorang muslim seharusnya memang berpuasa selama 30 hari," kata Khedira. "Tapi saya seorang atlet yang selalu dituntut untuk kompetitif. Saya membutuhkan tenaga saya, dan itu tidak mungkin saya dapatkan tanpa makanan."

Musim lalu, Khedira dan pemain muslim lainnya di Madrid memang memilih tak berpuasa. Mourinho pun senang. Fatwa Dewan Muslim Jerman menjawab dilema mereka. Dachan pun sebenarnya tak perlu berang karena semuanya ternyata bisa dikompromikan.

Apalagi, dibanding tahun-tahun sebelumnya, Ramadan kali ini datang sebelum kompetisi dimulai. Liga Primer Inggris dan La Liga Spanyol, misalnya, baru mulai bergulir pada 18 Agustus mendatang. Seminggu kemudian, baru Seri A Liga Italia dimulai. Kali ini, Mou, Ramadan datang pada waktu yang tepat.
Sumber: