Sabtu, 07 Maret 2015

Pengusik Makam Rasulullah Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam: Dari al-'Ubaidiy Hingga al-Saudi

Makam Baginda Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam pernah diusik oleh para penguasa yang menamakan dirinya Islam dan Non Islam. Beberapa kali terjadi rencana jahat mulai dari ingin mengambil jenazah beliau hingga rencana pembongkaran makam. Hal ini dapat dilihat pada tulisan di bawah ini.









Mau tahu usaha keenam? Simak ulasan berikut ini.









Masih belum puas? Ini mungkin isu, tapi beritanya bergemuruh bagai angin topan plus tornado. Banyak media online menurunkan beritanya. Seperti apa kabar tersebut? Lihat tulisan berikut ini, bisa dibilang ini usaha ketujuh.




Reaksi keras menggelinding dari umat muslim di dunia, termasuk di Indonesia. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyampaikan protes keras terhadap usulan itu. Organisasi kemasyarakatan yang menaungi warga Indonesia bermadzhab ahlu sunnah wal jamaah ini melayangkan surat kepada Pemerintah Arab Saudi agar tak menerima usulan tersebut.

Untuk mengetahui bagaimana duduk persoalannya, VIVAnews mewawancarai Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat bertandang di studio VIVAOne beberapa hari lalu. 

Pria yang di kalangan Nahdliyin bisasa disapa Kang Said ini menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas King Abdul Aziz di Arab Saudi. Program Magister dan Doktoralnya juga diselesaikan di negeri itu beda universitas, yakni Universitas Ummul Quro. Kang Said menakhodai Tanfidiyah Nahdlatul Ulama setelah terpilih sebagai ketua umum pada 2010 silam dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar, Sulawesi Selatan.

Berikut petikan wawancaranya;

Ada rencana pemindahan makam nabi Muhammad yang proposalnya telah diajukan kepada pemerintah Arab Saudi. Hal ini menimbulkan polemik di kalangan umat Islam sedunia. Bagaimana tanggapan anda?

Itu sumber fitnah besar. Dulu juga sudah pernah direncanakan, ada rencana akan membongkar kuburan Nabi Muhammad, Sayidina Abubakar, Sayidina Umar, yang ada di dalam area masjid itu, kemudian umat Islam semuanya protes termasuk Nahdlatul Ulama, yang saat itu sebenarnya sebelum NU lahir, itu tahun 1925. KH Hasyim Asy'ari membentuk namanya Komite Hijaz yang dipimpin oleh KH Abdul Wahab Chasbulloh, KH Zainul Arifin—beliau Pahlawan Nasional, pernah menjadi Waperdam jaman Soekarno, dan Haji Hasan Basri Gipo, berangkat ke Jeddah menemui Raja Abdul Aziz.

Mereka memohon tiga hal. Satu, khatib dan imam salat di dua masjid, Masjidil Haram dan Masjid Madinah digilir, minggu ini madzhab Hanafi, minggu depan mazhab Syafii, minggu depan Malik, minggu depannya Hambali. Yang kedua, Jamaah, baik itu muktamirin maupun yang melaksanakan haji diberi kebebasan melaksanakan ibadahnya sesuai dengan mazhabnya masing-masing. Yang ketiga, mohon dengan sangat agar makam Nabi Muhammad, Abu Bakar, Umar, yang ada di pojok Masjid tidak dibongkar. 

Nah, yang satu ini yang dikabulkan. Yang dua tidak dikabulkan, bahwa khotib dan imam digilir bahwa kebebasan beribadah bagi para tamu Allah lah ditolak. Yang dikabulkan cuma satu, yaitu tidak dibongkarnya makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar. 

Pulang dari sana, Komite Hijaz—Kyai Hasyim Asy’ari memerintahkan kepada para santri-santrinya di antaranya Kyai Abdul Wahab Chasbullah—mendirikan Nahdlatul Ulama untuk menyikapi reaksi dari mazhab yang namanya mazhab Wahabi yang sangat ekstrim, sangat radikal, dan sangat ekslusif. Kemudian berdirilah Nahdlatul Ulama tanggal 16 Rajab 1345 H atau 31 Januari 1926. Jadi, lahirnya NU itu adalah sikap para ulama di Nusantara ini menyikapi rencana dari pemerintah Saudi Arabia membongkar kuburan Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar. Adapun makam lainnya sudah, di Ma’la itu rata dengan tanah, yang dimakamkan di sana itu lima belas ribu sahabat, ada Sayidatina Aisyah, Sayidina Hasan, Sayidina Usman. Yang selamat sampai sekarang tinggal kuburan Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar.

Apa alasan menolak usulan tersebut?

Sekarang konon katanya, ada rencana itu akan dipindahkan, itu akan menimbulkan huru-hara besar, marahnya umat Islam seluruh dunia. Karena apa? Nabi Muhammad bukan miliknya Saudi, milik umat Islam. Yang kedua, ada haditsnya, yang intinya Nabi Muhammad bersabda nanti kalau saya mati dikubur di mana saya mati, di mana saya meninggal dunia di situ saya dikubur. 

Nabi Muhammad meninggal di kamarnya Sayidatina Aisyah—kamarnya kan banyak ada sembilan, di situ pas kamarnya Sayidatina Aisyah—rumah-rumah itu kamar maksudnya. 

Alasan pemindahan yang saat ini diusulkan dengan yang dahulu apakah sama, konteksnya apakah juga sama?

Ya, iya. Kalau terulang lagi rencana itu akan menimbulkan huru-hara fitnah yang dahsyat. Yang akan senang ya Yahudi. Di tengah-tengah panasnya serangan Israel ke Gaza, kita di sini terpecah belah ngurusin kubur nabi Muhammad. Yang senang Yahudi kalau berlarut-larut. 

Ini kan idenya seorang guru besar yang mengajar di Universitas Muhammad bin Sa’ud bernama Ali bin Abdul Aziz AlShabal. Karena perluasan Masjid, nanti makam ada di tengah-tengah sehingga nanti mengundang kemusyrikan. Musyrik kenapa jauh-jauh ke Mekkah.

Itu isu, rencana itu sudah sejak dulu, sekitar tahun 1925, ketika khilafah Turki, imperium Islam Turki bubar, berdirilah kerajaan Saudi Arabia—kerajaan di bawah keluarga besar Muhammad bin Saud. Madzhab keluarga ini mengikuti madzhab Wahabi, yaitu seorang imam bernama Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi. Ajaran mereka ini maunya puritan. Purifikasi yaitu membuang segala ajaran yang sumberya bukan asli dari Nabi Muhammad dianggap bid’ah seperti mengadakan maulid nabi, mengadakan Isra Mi’raj, mengadakan halal bi halal, Nuzulul Quran, ziarah ke kuburan, haul. Semua itu oleh mereka dilarang karena dianggap musyrik. Padahal tidak sesempit itu bid’ah.

Apa Bid’ah itu?

Memang ada hadits yang memerintahkan kita menjauhi bid’ah. Tapi, apa sih bid’ah itu? Apa sedangkal itu memaknai bid’ah, segala sesuatu yang tidak dimulai Nabi Muhammad itu dilarang. Nggak bisa dong. Contoh, Alquran memerintahkan kita salat, Aqimusholat itu 62 ayat, tapi Quran tidak menjelaskan berapa kali yang wajib. Namanya salat saja di Alquran tidak ada Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, Subuh, di Alquran tidak ada itu. Belum lagi syarat rukunnya salat. Itu dari ijma ulama, konsensus para ulama, beginilah syarat rukunnya salat. 

Satu lagi misalkan Qiyas, analogi. Sabu-sabu, narkoba, ekstasi, heroin tidak ada di hadis bahwa hukumnya haram. Yang ada apa? Khamr, yang memabukkan. Apa yang memabukkan harus dianalogikan dengan khamr, sama-sama haram. Itu analogi, Qiyasnamanya. Menggunakan akal, zaman nabi Muhammad tidak ada itu. 

Di Alquran ada larangan kamu jangan membentak-bentak orangtua dan jangan berucap kasar dengan ayah dan ibu, memukul tidak ada dilarang, apa kemudian memukul boleh? Harus pakai Qiyas. Kalau membentak saja tidak boleh, apalagi memukul. Kalau bicara bid’ahitu, kita semua bid’ah. Beragama ini bid’ah semua kalau dimaknai dangkal segala hal yang tidak dilakukan di zaman nabi Muhammad. Misalnya Maulid Nabi. Alquran memerintahkan kita agar mendoakan nabi Muhammad. Alloh pun, malaikat pun, mendoakan nabi Muhammad. Innalloha wamalaikatahu yusholuna ala nabi, ya ayuhaladzina amanu sholu alaihi wasalimu taslima. Termasuk, kita hormati kuburannya. Nabi Muhammad dulu pesan, kalau saya mati dikubur jangan jauh-jauh dari tempat saya mati. Nah, pas wafat di situ dikubur di situ.

Kalau usulan itu diteruskan, bagaimana pandangan anda?

Mudah-mudahan Pemerintah Arab Saudi menolak. Saya tahu Raja Abdullah orang yang bijak. Kalau rencana ini diteruskan akan terjadi huru-hara, big fitnah, sangat-sangat danger, sangat-sangat bahaya kalau dikerjakan. Umat Islam seluruh dunia pasti akan protes kecuali Wahabi. Dari Maroko, Aljazair, Mauritania, Tunisia, Mesir, Sudan, Indonesia, Pakistan, Irak, semua yang ahlu sunah wal jamaah akan protes. 

Bagaimana PBNU menyikapi secara resmi terhadap wacana tersebut?

Sudah. Kita kirimkan surat kepada Pemerintah Saudi agar tidak dilaksanakan. Kita minta pemerintah RI sebagai negara yang warganya mayoritas umat Islam berfaham ahlusunnah wal jamaah agar bersikap keras.  


Rabu, 04 Februari 2015

Al-Quran dan Rekam Jejak Penafsiran Embryologi dari Masa ke Masa




embrio

“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu,” ( Al-Infitahaar 6-7).

SUDAH berabad–abad lamanya usaha penafsiran di balik sejarah Embriologi menjadi sebuah misteri, yakni tentang proses penciptaan manusia yang sebelumnya telah tertulis dalam lembaran-lembaran sejarah, dan hal itu menujukkan bahwa hasrat manusia untuk mengetahuinya begitu sangat kuat.

 “Dari apakah Allah menciptakannya (Manusia)?” (QS. Abasa: 18).

Dari pertanyaan mendasar inilah sejarah merekam segalah usaha manusia dalam mengungkap hal itu, berdasarkan hasil akumulasi data dari para ahli sejarah sebuah konferensi, sejarah Embriologi dapat dirincikan dalam beberapa tahapan sejarah berikut ini:

Fase deskriptif (Penggambaran)
Tahap pertama ini juga disebut sebagai `Embriologi deskriptif` di mana fase ini dimulai pada  enam abad SM yang lalu, dan berlanjut hingga abad kesembilan belas. Dalam periode ini fenomena tentang perkembangan janin hanya sebatas dugaan-dugaan manusia pada waktu itu, seperti yang terdapat dalam Manuskrip Mesir Kuno di zaman keturunan Firaun keempat, kelima dan keenam bahwa janin diibaratkan sebagai plasenta atau ari-ari.

Mereka juga menyakini bahwa plasenta Raja tersebut menyimpan kekuatan sihir gaib, hal tersebut terus mereka  yakini hingga memasuki priode Yunani kuno dan setelahnya.  Pada priode ini juga terdapat manuskrip terkuno yang menujukkan tentang `Pencegahan Kehamilan` tertulis dalam bahasa Alheira (bahasa Mesir kuno sebelum hieroglif) pada papirus yang kembali ke tahun 2000 dan 1800 tahun sebelum masehi.

Ketika  ilmu pengetahuan dan logika mulai bersanding dan saling melengkapi, kaitan janin dengan hal-hal Khuraft seperti kekuatan magis pada  era Firaun tidak lagi dianggap pada Zaman Yunani Kuno, namun kekuatan Logika hanya sebatas spekulasi yang tak selamanya konsis di atas kebenaran fakta, hal demikian juga terdapat di zaman kita sekarang. Seperti yang dijelaskan dalam salah satu konsep penting dalam sejarah Embrio (di zaman Yunani kuno) yang disebut dengan `Evolusi berangsur`, teori yang banyak diuraikan dalam tulisan-tulisan Aristoteles  ( yang sangat berpengaruh di Zamannya dan Setelahnya) pada bagian pertama dari catatan sejarah , dan sejak berlalunya  200 tahun Setelah Masehi hingga memasuki abad ke-16, sama sekali belum terdapat pengetahuan mengenai embriologi dalam literatur ilmiah Barat. Kalaulah tanpa usaha dan perhatian para penulis Muslim terdapat  pengetahun-pengetahuan Yunani Kuno, maka bisa dikatakan informasi tulisan-tulisan Kuno tersebut akan terkubur selamanya.

Pada Abad ke-17 tepatnya pada tahun 1604, setelah membuahkan hasil dari perdebatan dan penelitian Ilmiah, Fabricios berhasil menyusun gambar dari proses evolusi embrio ayam.
embrio1
Menjelaskan gambar tahapan evolusi embrio Ayam ( diambil dari buku:Permission from De Formatione ovi Fabrius Meyer 1939)

Perlu digaris bawahi bahwa pada masa tersebut para peneliti masih mengekor kepada pemahaman Arsitoles bahwa embrio berasal dari Darah haid. Dan mereka pun meyakini bahwa proses evolusi embrio manusia hanya sebatas penambahan ukuran bentuk.
embrio3
Gambar penambahan ukuran tubuh bentuk pada embrio manusia(Permission from Neddham 1959)

Ketika kesimpulan embriologi ini mulai tersebar luas dan diimani kebanyakan Dokter pada waktu itu, para Ulama muslim justru membantahnya dan mengatakan bahwa embrio berasal  dari air mani bukan berasal darah haid dengan argument dari Firman Allah Swt:
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),” (QS. Al-Qiyamah: 37]
Dan beberapa riwayat dalam Hadist Rasulullah (2), yang tentunya para peneliti Non Muslim tidak menggangap hal itu. Diantara para ulama Muslim yang membantah hal tersebut Ibnu Hajar Al-Asqlany dalam Fathul Bary (852 H atau 1449 Masehi) (3).

Pada tahun 1673 beranjak dari penemuan mikroskop, Van Leeuwenhoek akhirnya sampai pada pengetahuan mengenai sel sperma.
embrio4
Gambar betuk Sperma Mani pada Masa Leeuwenhoek (Permission from Meyer, 1939)

Kemudian berhasil menemukan beberapa bentuk  sel sperma yang disebarkan pada tahun 1701.
Pada tahun 1694, Hartsoeker sempat menemukan gambaran yang cukup jelas tentang pembentukan sel Sperm, kemudian para Ilmuwan meneliti dan memperjelas kembali lalu menyimpulkan bahwa : kesempurnahan dari proses pembentukan Manuisa terjadi di dalam tubuh Sperma.
embrio5
Gambar yang menjelaskan bentuk manusia dalam sel sperma, diambil dari karangannya Hartsoeker 1694 .Hartsoeker Essay de Dioptrique 1694 (Permission from Meyer 1939)

Dengan kata lain mereka belum mengetahui bahwa Bentuk sempurnah dari evolusi Manusia terjadi pada Rahim Ibu dengan melalui berbagai tahapan dan pembentukan seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran bahwa proses pembentukan manusia sempuran tidak terbentuk setelah melalui beberapa Fase dalam Rahim Ibu, dalam Firman-Nya:
“…Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan…” (QS. Az-Zumar: 6).

Salah seorang Ilmuwan yang bernama Marcello Malpighi (yang saat itu dinggapa sebagai bapak Ilmu Embriologi) Setelah melalui studi tentang telur pada tahun 1086 H – 1675 M, maka ia berkesimpulan bahwa Bentuk tubuh Ayam kecil telah ada sebelum terbuhainya telur pada Ayam.

Pada saat itu  muncul anggapan sebagian Ilmuwan bahwa tahapan kesempuraan pembentukan manusia terjadi pada Ovum (Sel telur pada perempuan), dan di sisi lain terdapat anggapan bahwa bentuk manusia utuh tejadi dalam tubuh sel Sperma. Kontroversi teori dari kedua bela pihak tersebut terus belanjut hingga memasuki tahun 1186 H -1775 M, ketika Lazzaro Spallanzani Mengunggkapkan  kaitan mendasar yang sangat penting antara Spermatozoid (sel Sperma) dan  Ovum  dalam proses pembentukan Manusia, dan mengenai permasalahan itu ternyata telah dirincikan dalam Al-Quran dan Hadist:
“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempua,” (Al-Hujuraat: 13).
Dari Ibnu Masud bahwa: Seorang Yahudi bertanya kepada Rasulullah Saw, wahai Muhammad dari manakah Manusia Diciptakan ?, Maka Beliau bersabda: Wahai yahudi,(diciptakan) dari setiap Air mani Laki-laki dan Perempuan (HR. Muslim) (2).
Referensi:
Al-Quran
Fath Al-Bari: penerbit Darul Marifah, Beirut
Sahih Muslim: Darul Ihyau Thurast Arab, Beirut.
Abu Dawud: Darul Hadist, Suriah
Tabraani: Ibnu Taimiyah Press, Mesir.
Diambil dari tulisan G C Geornger, Syaikh Abdul Majeed al-Zindany, dan Mustafa Ahmed, pada Bab: Sejarah Embriologi dalam Buku  Embriologi dalam Al-Quran dan As-Sunnah:  http://www.jameataleman.org/main/articles.aspx?article_no=1481
1. Penelitian ini disampaikan dalam Konferensi Dunia Pertama tentang Mukjizat Ilmiah dalam Al-Quran dan Sunnah di Islamabad, Pakistan (Safar 1408 H. bertepatan dengan Oktober 1987).
2. hadist tentang Sperma:
عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أنه قال : “مر يهودي برسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يحدث أصحابه فقالت قريش : يا يهودي إن هذا يزعم أنه نبي فقال لأسألنه عن شئ لا يعلمه إلا نبي ، قال فجاء حتى جلس ثم قال : يا محمد مم يخلق الإنسان ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “يا يهودي من كلٍ يخلق من نطفة الرجل ومن نطفة المرأة”
HR. Muslim 1: 422, Musnad Imam Ahmad 3: 166
3. berkata Imam Ibnu Hajar Al-Asqlany:
“زعم كثير من أهل التشريح أن منى الرجل لا أثر له فى الولد إلا فى عقده. وأنه إنما يتكون من دم الحيض وأحاديث الباب تبطل ذلك”
Fathul Bary jilid 11
4. Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, dan Tabraani, dan Jaafar Algriabi dan disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fath 11:48.

 

embriologi2
Gambar organ jantung pada embrio tikus (courtesy of Dr. A. Fazel) permission from GGG

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik,”( QS. Al-Muminun: 12-14).

SEJARAH merekam sudah segalah usaha manusia dalam mengungkap penafsiran embriologi. Sebuah penguatan dari perincian Al-Qur’an yang diturunkan 1400 tahun silam ketika berbicara mengenai Embriologi. Dan berikut keterangan data para ahli sejarah dari fase selanjutnya mengenai perkembangan embriologi yakni fase eksperimental, fase penggunaan teknologi dan sampai pada keterangan Al-Qur’an dan Sunnah.

Fase Eksperimental (Percobaan)

Ovum mamalia belum diketahui secara jelas kecuali pada akhir abad ke 19, dan pada masa tahapan uji coba dalam  embriologi ini di mana Buku-buku karaya Von Baer dan Darwin sangat terkenal (sejak akhir abad ke-19 sampai empat puluhan dari abad ke-20). Pada saat itu Von Baer dianggap sebagai Ilmuan Besar yang telah melonjak pengetahuan tentang embrio dari percobaan dan pengamatan menuju perumusan konsep embrio yang tidak bertentangan. Pada Fase ini juga  konsep mengenai mekanisme makhluk hidup mulai dibahas, dan studi mengenai embrio mulai berkembang  dari tahapan pengamatan ke tahapan  penanganan organisme.

Fase penggunaan teknologi

Pada Fase ketiga (modern) ini bermula pada tahun empat puluhan sampai zaman kita sekarang, di mana pada Fase ini telah tersedia berbagai alat teknologi canggih yang sangat membantu  dalam proses penelitian, seperti mikroskop elektronik, kamera, komputer, dan alat deteksi protein, asam nukleat, karbohidrat kompleks, dan sejenisnya. Jika tanpa perlengkapan tersebut eksperimen- eksperimen para ilmuwan biologi terus akan mengalami kelumpuhan dalam menemukan kebenaran Ilmiah dan misteri mengenai embriologi selamanya akan tetap menjadi  mimpi aneh bagi manusia. Dan sekaarng kita dapat meliahat bentuk jelas Embrio yang dahalu tidak dapat disaksikan pada zaman Malpighi. embriologi1
 Hasil gambar elektronik embrio tikus (Permission from GGG)
embriologi3
Gambar bagian dalam jantung pada embrio Tikus  (courtesy of Dr. A. Fazel) permission from GGG

Bahkan kita bisa melihat lebih dalam lagi pada bagian ini, untuk memahami mekanisme normal dan abnormal dengan lebih baik.

Embrio dalam Quran dan Sunnah

Di abad ke ketujuh Masehi Al-Quran dan Hadist dangan gaya literatur yang Eksklusif  dan mengagumkan telah menjelaskan penemuan-penemuan yang luar bisa tersebut. Seperti yang ditemukan ilmu pengetahuan modern melalui teknologi mutakhir. Tentang informasi mengenai tahapan-tahapan pembentukan Manusia dalam janin sudah tercantum dalam Al-Quran, mulai dari tahapan segumpal darah, segumpal daging, tulang belulang dan pembentukan otot, dan dalam hadist menjelaskan masa dimana pembentukan jenis kelamin, Janin, dan tahapan sempurna dalam pembentukan manusia terjadi.

Jika kita melihat perjalan sejarah embriologi dapat kita katakan bahwa perhatian Manusia terdapat hal tersebut sanggat tinggi, beranjak dari fase penggambaran, percobaan, hingga penggunaan teknologi pun Masalah tersebut masih terus dibahas. Sebelum diturunkannya Al-Quran, catatan-catanan detail mengenai tahapan penciptaan Manusia belum ada, dan sebelum ditemukannya Mikroskop penemuan ilmiah tentang sel sperma belum dapat disentuh oleh Manusia. Rasulullah Saw Bersabda: “Jika Sperma (Air Mani) telah berumur 42 malam, Allah Swt mengutus Malaikat untuk membentuknya kemudian memberikannya pendengaran, penglihatan, kulit, daging ,dan Tulang-belulang,” (H.R Muslim) (4).

Referensi: Al-Quran Fath Al-Bari: penerbit Darul Marifah, Beirut Sahih Muslim: Darul Ihyau Thurast Arab, Beirut. Abu Dawud: Darul Hadist, Suriah Tabraani: Ibnu Taimiyah Press, Mesir. Diambil dari tulisan G C Geornger, Syaikh Abdul Majeed al-Zindany, dan Mustafa Ahmed, pada Bab: Sejarah Embriologi dalam Buku  Embriologi dalam Al-Quran dan As-Sunnah:  http://www.jameataleman.org/main/articles.aspx?article_no=1481
1. Penelitian ini disampaikan dalam Konferensi Dunia Pertama tentang Mukjizat Ilmiah dalam Al-Quran dan Sunnah di Islamabad, Pakistan (Safar 1408 H. bertepatan dengan Oktober 1987).
2. hadist tentang Sperma:
عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه أنه قال : “مر يهودي برسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يحدث أصحابه فقالت قريش : يا يهودي إن هذا يزعم أنه نبي فقال لأسألنه عن شئ لا يعلمه إلا نبي ، قال فجاء حتى جلس ثم قال : يا محمد مم يخلق الإنسان ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “يا يهودي من كلٍ يخلق من نطفة الرجل ومن نطفة المرأة”
HR. Muslim 1: 422, Musnad Imam Ahmad 3: 166 3. berkata Imam Ibnu Hajar Al-Asqlany:
“زعم كثير من أهل التشريح أن منى الرجل لا أثر له فى الولد إلا فى عقده. وأنه إنما يتكون من دم الحيض وأحاديث الباب تبطل ذلك”
Fathul Bary jilid 11 4. Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, dan Tabraani, dan Jaafar Algriabi dan disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fath 11:48.

Sumber:
https://www.islampos.com/al-quran-dan-rekam-jejak-penafsiran-embryologi-dari-masa-ke-masa-72197/
https://www.islampos.com/al-quran-dan-rekam-jejak-penafsiran-embriologi-dari-masa-ke-masa-2-habis-73290/

Salju dan Menghijaunya Tanah Arab Pertanda Kiamat Sudah Sangat Dekat

Dunia ini semakin hari semakin tua, menandakan perubahan perubahan dan fenomena alam yang dapat dibuktikan dengan sains dan ilmu pengetahuan, bahwa memang dunia sudah berada di akhir zaman dan sudah sangat dekat dengan hari akhir. Pengetahuan tentang Hari kiamat memang ada di tangan Allah, dan setiap manusia tidak pernah mengetahui kapan akan terjadi dan bagaimana kejadian dahsyat itu terjadi. Akan tetapi sebagai seorang muslim yang beriman, kita bisa lihat kepada beberapa hadist yang merujuk tentang ciri ciri hari akhir tersebut, yang telah digambarkan oleh Rasulullah SAW.
Jazirah dan Tanah Arab yang Tandus kini Menghijau
Salju adalah merupakan sumber komponen utama bagi terbentuknya tumbuhan, sungai di dunia. Saat ini berdasarkan penelitian sains, di jazirah tanah tandus arab tidak terkecuali di tabuk, palestina bahkan di gurun sahara sudah mulai dipenuhi dengan tumbuhan hijau dengan turunnya hujan salju.

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR Muslim)“
Berdasarkan penelitian Profesor Alfred Kroner, seorang ahli geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany - dia mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai, sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.


Arab Mulai menghijau


Salju turun di Cairo


Iklim Salju di Tanah Arab


Suburnya Tanah Arab pertanda kiamat


Gurun Sahara Menghijau


Syaikh Syuraim - Imam Masjidil Haram mengatakan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tumbuhan. Berjatuhannya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Hari Kiamat baru akan datang setelah negeri Arab kembali menjadi padang yang hijau dan sungai-sungai.”

Beliau juga menyebutkan bahwa baru-baru ini salju telah turun di daerah Tabuk. Hal itu mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadz saat perang Tabuk, “Kalau umurmu panjang, maka engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebun.”


Arab Hijau dan Salju


Hutan Tropis di Bawah Padang Pasir Arab

Kejadian dan fenomena alam yang menakjubkan juga terjadi di tanah jazirah arab, dimana di bawah padang pasir yang tandus ditemukan hutan tropis yang menghampar menghijau...bagaimana ini bisa terjadi..?? Kebenaran Rasulullah SAW sebagai pembawa risalah kepada seluruh umat manusia haruslah diyakini 100% oleh semua umat manusia.

Hutan Tropis di bawah Padang Pasir


Hutan di bawah Padang Pasir


Hutan di bawah Padang Pasir 2


Hutan Tropis di bawah Padang Pasir 3


Hutan Tropis di bawah Padang Pasir 4


Hutan Hijau di bawah Padang Pasir




Hujan Salju di Masjidil Aqso

Tanah arab zaman dahulu kala adalah merupakan tanah yang menghampar hijau dan dipenuhi sungai sungai, dan hal tersebut sekali lagi akan terjadi di hari menjelang kedatangan kiamat dengan turunnya hujan salju. Berikut adalah video hujan Salju di Masjidil Aqso - video ini diambil dari menara kubah the dome of the rock




Salju Di Tabuk Saudi Arabia

Worldbulletin menyiarkan berita bahwa Tabuk yang berjarak 1500 km atau 932 mil dari riyadh, salah satu lokasi perang yang terjadi pada zaman Rasulullah dilanda salju yang sangat lebat, setelah beberapa jam lamanya dihantam angin ribut yang sangat dahsyat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadz saat perang Tabuk, “Kalau umurmu panjang, maka engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebun.”





Data Satellite Tanah Arab Menghijau

Data Satelit Arab Menghijau

Kita sebagai umat Islam, turunnya salju di arab saudi ini bukan merupakan hal yang aneh, karena panutan kita Rasulullah SAW telah menyabdakan 1400 tahun yang lalu, ketika para sahabat menanyakan kepada Rasulullah SAW mengenai kapan datangnya hari kiamat. Rasulullah SAW menjawab, bahwa pengetahuan mengenai datangnya hari kiamat hanya ada pada sisi Allah SWT. Tetapi Allah SWT telah memberitahukan tanda-tandanya kepada Rasulullah SAW, antara lain sebagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam :

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (HR Muslim)

Dari Hadist Rasulallah SAW di atas ada beberapa informasi yang didapat :

  • 1. Informasi datangnya hari akhir / kiamat.
  • 2. Dahulu kala dataran / jazirah Arab pernah menjadi padang rumput yang subur dan dipenuhi dengan sungai-sungai.
  • 3. Nanti, dataran Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai, sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat.

Marilah kita pertebal keimanan kita, dengan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi segala larangannya - sebelum hari yang menakutkan ini terjadi. Apa yang kita miliki saat ini hanyalah titipan, baik itu harta, anak, ataupun jabatan yang melekat pada diri seorang manusia.

Semua tidak akan guna jika kita telah dipanggil kepada-NYA.

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

"Mengapa kamu kafir kepada Allah, Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?"
Marilah kita merenung sejenak tentang apa yang telah dititipkan olehNYA kepada kita, dan marilah kita korbankan harta kita untuk pergi berumroh dan mencari keridhoannya. 


Sumber: http://www.rumahallah.com/2014/01/salju-dan-menghijaunya-tanah-arab.html

Subhanallah, Lihatlah Pemisah Antara Air Tawar & Asin Di Lautan


 batas-laut-tawar-dan-asin2

PERNAHKAH Anda berenang di pinggir laut? Sungguh indah, bukan? Tapi tahukah rahasia laut dan samudera? Cobalah baca dan renungkan firman Allah berikut ini:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS Al-Furqan : 53)
Kita sudah ketahui bersama bahwa segala sesuatu di alam jagat raya ini memiliki keistimewaan dan ciri khas, bukan hanya terbatas pada makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Laut dan samudera luas yang terhampar di depan mata kita juga memiliki ciri khas dan sifat yang berbeda.
Para ahli kelautan mengatakan: sifat lautan yang saling bertemu tetapi tidak bercampur satu sama lain karena adanya gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, yaitu air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan itulah yang mencegah lautan bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)
Para oceanographer telah menemukan bahwa ada perbedaan tertentu antara sampel air yang diambil dari berbagai lautan oleh ekspedisi ilmiah kelautan Inggris. Dalam pelayaran Voyager tahun 1873 diketahui bahwa massa air laut ternyata berbeda dalam komposisinya. Perbedaan itu terletak pada tingkat keasinan air laut, kepekatan, temperatur, dan jenis organismenya. Data tersebut didapatkan dari 362 stasiun oceanography yang tersebar di seluruh dunia. Laporan dari ekspedisi Voyager tersebut berisi 29.500 halaman, yang terbagi dalam 50 jilid dan dikumpulkan selama 23 tahun. Ekspedisi ini merupakan salah satu ekspedisi eksplorasi ilmiah terbesar yang pernah dilakukan manusia. Ekspedisi ini juga menunjukkan betapa sedikitnya yang diketahui manusia mengenai lautan. 

Ilmu pengetahuan modern telah menemukan bahwa di tempat di mana dua lautan bertemu, ada dinding pemisah antar dua air laut tersebut. Dinding pemisah itu membagi dua lautan sehingga masing masing lautan tetap stabil dengan tingkat keasinan, suhu, dan kepekatannya masing masing. Contohnya, laut Mediterania adalah lautan yang suhunya hangat, asin, dan tingkat kepekatannya lebih rendah dibanding air dari samudera Atlantik. Ketika air dari Laut Mediterania memasuki Samudera Atlantik melalui Selat Gibraltar, air ini masuk hingga ratusan kilometer jauhnya pada kedalaman sekitar 1000 M, namun tetap pada suhu, kepekatan, dan tingkat keasinannya sendiri yang berbeda dari karakteristik yang dimiliki oleh air dari Samudera Atlantik.
Sebuah studi lapangan juga pernah dilakukan di teluk Oman dan di beberapa teluk di Arab. Dari sampel air laut tersebut ditemukan adanya perbedaan yang mengindikasikan kebenaran temuan sebelumnya.

Oceanographer terkenal dari Perancis, J.Costeau menyatakan:
“Kami mempelajari beberapa pernyataan dari para oceanographer sebelumnya mengenai penghalang antara dua lautan, kami melakukan penyelidikan pada Laut Mediterania. Kami menemukan bahwa lautan tersebut memiliki tingkat keasinannya sendiri, dan tingkat kepekatan, serta flora dan fauna yang berbeda dengan air dari lautan Atlantik. Kemudian, kami meneliti Laut Atlantik dan menemukan bahwa lautan ini memiliki tingkat keasinan dan kepekatan serta flora dan faunanya sendiri yang berbeda dari Laut Mediterania. Dan kami kemudian meneliti titik pertemuan kedua lautan tersebut di Selat Gibraltar, kami mengharapkan akan menemukan tingkat keasinan dan kepekatan yang menyatu antara dua air lautan tersebut, tapi kami menemukan bahwa ternyata, masing masing air lautan tersebut masih memiliki tingkat karakteristiknya masing masing, seolah ada dinding yang membatasi mereka. Hal ini mengejutkan kami, penghalang ini mencegah dua lautan bercampur. Hal yang sama juga terjadi pada Teluk Bab El Mandab di Aden yang merupakan pertemuan dengan Laut Merah. Menurut kesimpulan kami, hasil penelitian para oceanographer terdahulu ternyata benar. Laut yang memilki karakteristik tertentu memiliki dinding pembatas (barrier) yang mencegah bercampurnya air dari dari dua karakteristik yang berbeda tersebut."

Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, atau pun ilmu kelautan, hal ini telah dinyatakan dalam Al-Qur’an sejak 14 abad yang lalu.

Sumber: https://www.islampos.com/subhanallah-lihatlah-pemisah-antara-air-tawar-asin-di-lautan-40767/
 

Senin, 19 Januari 2015

Kisah Mimpi Aneh yang Mengantarkan Profesor Matematika Masuk Islam

Jeffrey Lang © bersamadakwah.com
Jeffrey Lang © bersamadakwah.com

Sungguh sebuah mimpi yang aneh. Sebagai seorang berbakat, Jeffrey Lang tidak habis pikir dengan mimpi itu. Namun hati kecilnya mengakui, mimpi itu membawa kedamaian di tengah kehidupan “ilmiah”-nya yang gersang.

Dalam mimpi itu, Jeffrey bersimpuh menghadap Tuhan. Caranya, ia berdiri, kemudian membungkuk, berdiri lagi, kepala menyentuh lantai, hingga duduk di atas tumit. Ia melakukannya di sebuah ruang yang hening, tanpa meja tanpa kursi. Hanya ada karpet dan dinding yang berwarna putih keabuan. Selain Jeffrey, di ruangan itu juga banyak laki-laki membentuk beberapa barisan. Jeffrey berada di barisan ketiga. Sedangkan di depan mereka, ada seorang laki-laki yang duduk sendiri, tak ada orang lain di sampingnya. Ia tampak memimpin ‘ritual’ itu. Jeffrey tak bisa melihat wajahnya, tapi Jeffrey ingat betul di atas kepala pria itu ada kain putih dengan motif berwarna merah.

Tidak sekali itu saja Jeffrey bermimpi begitu. Berkali-kali, selama 10 tahun menjadi atheis, Jeffrey bermimpi yang sama. Namun, ia mengabaikannya begitu saja dan memenangkan nalar ‘ilmiah’-nya.

Jeffrey Lang lahir dan besar dalam keluarga Katolik. Namun sejak kecil, ia telah menjadi anak yang kritis. “Ayah, apakah surga itu benar-benar ada?” tanyanya saat masih menjadi bocah.
Saat ia memasuki usia remaja, pertanyaannya semakin banyak dan kritis. Namun pendeta dan orang-orang seagama yang ditemuinya tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Ketia ia berusia 18 tahun, Jeffrey merasa logika mengenai Tuhan menemui jalan buntu. Karenanya ia kemudian memilih menjadi atheis menjelang kelulusannya dari sekolah Notre Dam Boys High.

Dua puluh tahun berlalu sejak mimpi pertamanya bersimpun menghadap Tuhan. Jeffrey menjadi dosen di University of San Fransisco. Di Universitas itu, Jeffery bertemu dengan Ghassan, pemuda muslim yang menjadi mahasiswanya. Keduanya menjadi sering berdiskusi. Semula tentang pelajaran, kemudian Jeffrey juga mengenal keluarga mahasiswanya tersebut.
Suatu hari, Jeffrey diberi hadiah sebuah mushaf Al Qur’an terjemah. Di situlah titik hidayah itu dimulai. Jeffrey akhirnya membaca Al Qur’an itu. Halaman demi halaman. Ia merasa tertantang.

“Sejak awal, buku ini menantang diriku,” kata Jeffrey mengenang saat-saat itu. Agaknya ia membaca ayat kedua surat Al Baqarah: “Inilah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.”

Jeffrey terus membaca Al Qur’an. Ia merasa setiap kali ia membantah ayat-ayat yang dibacanya, ayat berikutnya menjadi jawaban atas bantahannya tersebut. “Seolah Penulis kitab itu membaca pikiranku,” kenangnya.

Jeffrey mulai sadar bahwa kitab di depannya itu melampaui pikirannya. Ia sadar kitab di depannya itu telah mengisi kekosongan jiwa yang selama ini ia rasakan. Kitab itu bukan hanya menjawab pertanyaan-pertanyaannya tentang Tuhan dan alam semesta, tetapi juga membawa kedamaian bagi jiwanya. Hidayah mulai masuk ke dalam hatinya.

Dan hidayah itu semakin terang, tatkala ia melihat sebuah pemandangan di basement gereja Universitas. Sejumlah kecil mahasiswa muslim sedang beribadah. Karena kesulitan tempat, mereka menggunakan basement itu.

Jeffrey melihat mereka berbaris rapi. Berdiri bersama, menunduk bersama, lalu berdiri lagi, kemudian bersujud, dan duduk bersimpuh di atas tumit. Jeffrey ingat sesuatu. Terlebih setelah ia melihat di depan mereka ada seseorang yang memimpin mereka beribadah, memakai penutup kepala putih dengan motif berwarna merah. Rupanya itu Ghassan. “Ini mimpiku!” teriak Jeffrey dalam hati. Ya, pemandangan itu persis seperti mimpinya yang berulang beberapa kali beberapa tahun silam.

Jeffrey tak kuasa menahan tangis haru. Hatinya penuh damai. Ia tersungkur bersujud.
Singkat cerita, profesor Matematika ini kemudian masuk Islam. Ia lalu berdakwah melalui mimbar ilmiah dan menulis sejumlah buku. Diantaranya Struggling to Surrender (1994), Even Angels Ask (1997) dan Losing My Religion: A Call for Help (2004). [Tim Redaksi Kisahikmah.com] 

Sumber:  http://kisahikmah.com/kisah-mimpi-aneh-yang-mengantarkan-profesor-matematika-masuk-islam/