Senin, 10 September 2012

Bulan Terbelah: Mukjizat Nabi Muhammad SAW dan Fenomena Tulisan Prof. Dr. Zaghloul El-Naggar

Pen Tablet
Prof. Dr. Zaghloul El-Naggar


Oleh: Shohiboel Amin
Mantan Wartawan dan Pengelola Blog: islam-dan-sains.blogspot.com

Ada fenomena yang begitu menarik ketika berlayar di internet khususnya ketika mengakses wacana tentang mukjizat Nabi Muhammad SAW yang pernah membelah bulan. Banyak situs atau blog di internet baik berbahasa Indonesia maupun Inggris yang gencar mem-posting wacana tersebut. Adapun situs yang berbahasa Indonesia itu antara lain:
a. http://ronymedia.wordpress.com/2010/04/20/bulan-pernah-terbelah/
b. http://yasirmaster.blogspot.com/2009/03/betulkah-nabi-muhammad-pernah-membelah.html
c.http://fisan.wordpress.com/2006/10/09/scientific-bulan-pun-telah-terbelah/. 

Sedangkan website yang berbahasa Inggris adalah:
a. http://yasayyidi.wordpress.com/2007/12/03/amazing-split-in-the-moon/
b.  http://www.islamcan.com/cgi-bin/increaseiman/htmlfiles/static/107774039613112.shtml
c.http://www.rationalresponders.com/forum/the_rational_response_squad_radio_show/general_conversation_introductions_and_humor/8607


Pada umumnya, situs dimaksud merujuk tulisan dari seorang Guru Besar di bidang geologi yang berasal dari Mesir, yaitu Prof. Dr. Zaghloul El-Naggar. Siapakah sang profesor tersebut? Nama lengkap beliau adalah Prof. Dr. Zaghloul Ragheb Mohamed El-Naggar yang terlahir di Gharbiya, Mesir pada tanggal 17 Nopember 1933. Pada tahun 1963, El-Naggar meraih gelar doktor geologi dari University of Wales, United Kingdom (Ingris Raya).  Beliau dipercaya menjabat sebagai Head Committee on Scientific Notions in the Glorious Qur'an & Purity Sunnah Supreme Council for Islamic Affairs, Kairo, Mesir.

Selain itu, Guru Besar ini juga mengajar di sejumlah universitas di kawasan Arab dan di dunia Barat, seperti: Ain Shams University di Kairo; King Saud University di Riyadh, Saudi Arabia; University of Wales, di Inggris Raya. Dari tahun 1977-1978, beliau menjadi dosen tamu di University of California.

Bukan hanya itu,  Prof. Zaghloul El-Naggar juga diangkat sebagai Fellow of the Islamic Academy of Sciences pada tahun 1988. Bahkan beliau adalah anggota the Geological Society of London, the Geological Society of Egypt dan the American Association of Petroleum Geologists, Tulsa, Oklahoma.

Prof. El-Naggar  telah menerbitkan lebih dari 150 kajian dan artikel ilmiah serta 45 buku berbahasa Arab, Inggris, dan Prancis dalam bidang Pemikiran Islam, Geologi, dan tinjauan ilmiah terhadap mukjizat Al-Qur'an. Keterangan di atas dapat diakses di link El-Naggar sendiri yaitu www.elnaggarzr.com/Test_fre/English/CV-E.htm dan dari bridges-foundation www.bridges-foundation.org.


Beliau juga pernah datang ke Jakarta untuk memberikan Kuliah Umum tentang Kosmologi dan Sains Modern dalam Al-Qur'an di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, seperti yang tercantum pada pengumuman di bawah ini:
 


Pengumuman di atas dapat diakses di situs Fakultas Dirasat Islam (FDI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, yaitu fdi.uinjkt.ac.id. Baca juga tulisan Zaghloul El-Naggar di UIN: Iptek Ungkap Keajaiban Al Quran di blog ini.

Bukan hanya itu, pakar geologi ini juga pernah memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia seperti di bawah ini, yang anda bisa akses langsung di situs resmi Universitas Indonesia yaitu www.ui.ac.id.

Selain itu, buku karya pakar asal Mesir ini juga sudah beredar di Indonesia dan dapat diakses di www.bukukita.com.

   

Judul Selekta dari Tafsir Ayat-Ayat Kosmos dalam Al-Qur'an Al-Karim #3  
No. ISBN 6223002001828 
Penulis Dr. Zaghloul El-Naggar 
Penerbit Gema Insani 
Tanggal terbit November - 2010 
Jumlah Halaman
Berat Buku 400 gr
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) -
Kategori Islam 
Bonus
Text Bahasa Indonesia










 

 

Bahkan Prof. El-Naggar juga menjadi salah satu orang Islam yang berpengaruh dari daftar 500 Muslim Berpengaruh 2011 seperti yang terdapat di buku 'The 500 Most Influental Muslims 2011', yang dapat dilihat di bawah ini. (Lihat situs themuslim500.com). Beliau dikategorikan sebagai ilmuan di bidang Science & Technology yang berpengaruh.

l



Itulah gambaran siapa sebenaryna Prof. Dr. Zaghloul El-Naggar itu. Jadi ketokohan Prof. El-Naggar dalam bidang keilmuan diakui oleh dunia internasional. Beliau juga pernah diundang oleh dua perguruan tinggi negeri di Indonesia, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Indonesia (UI) untuk berorasi ilmiah.

Kemudian, seperti yang disebutkan di atas bahwa banyak blog atau situs yang merujuk karya Prof. El-Naggar. Sayangnya tulisan itu jarang bahkan tidak pernah mengutip langsung dari website asli sang profesor. Sebaliknya, situs tersebut mengambil bahkan meng-copas (copy paste) dari situs atau blog lainnya. Oleh karena itu, tulisan tulisan Prof. Dr. Zaghloul El-Naggar tentang salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW, yaitu bulan terbelah akan ditampilkan sesuai aslinya, sebagai berikut:


Tulisan di atas dapat diakses di www.elnaggarzr.com. Situs tersebut menamakan dirinya sebagai  ♦ Dr. Zaghloul Site:. Untuk lebih lengkapnya silahkan diperhatikan keterangannya di bawah ini:

Gambar di atas menerangkan siapa dan apa sesungguhnya situs itu (biasa diakses  pada kolom about us, atau tepatnya di http://www.elnaggarzr.com/en/aboutus.php). Sehingga dapat dikatakan bahwa jati diri situs itu adalah tentang kontribusi Prof. Dr. Zaghloul Ragheb Mohamed El-Naggar dalam bidang kajian ilmiah terhadap Al-Qur'an dan Pemurnian Sunnah, juga tulisan beliau dalam telaah intelektual dan politik. Dengan demikian, kesimpulannya adalah situs ini di bawah pengelolaan El-Naggar sendiri, baik langsung maupun tidak langsung.

Tulisan Prof. Dr. Zaghloul El-Naggar di atas, akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, agar bagi mereka yang belum memahami bahasa Inggris dapat memahaminya. Inilah terjemahan dari tulisan sang pakar itu.
Bulan Pernah Terbelah
Oleh: Dr / Zaghloul El-Naggar
Anas ibn Malik (AS) meriwayatkan bahwa rakyat Mekah meminta Nabi (saw) untuk menunjukkan mereka sebuah keajaiban, sehingga ia menunjukkan kepada mereka membelah bulan menjadi dua bagian yang berbeda, bahwa mereka bahkan melihat gunung Hira' di antara bulan yang terbelah itu.
Penjelasan Hadits
Kejadian ini diriwayatkan oleh sejumlah para sahabat Nabi (saw), di antaranya adalah: 'Abdullah bin' Umar, 'Abdullah bin Abbas dan lain-lain. Kalender India dan Cina mencatat kejadian pemisahan bulan.
Beberapa tahun yang lalu ketika saya sedang memberikan kuliah di Fakultas Kedokteran di Universitas Cardiff, Wales, seorang Muslim meminta saya pertanyaan tentang ayat-ayat di awal Surat al-Qamar (bulan), tentang membelah bulan, dan apakah itu dianggap sebagai salah satu dari tanda-tanda ilmiah yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan apakah ada bukti ilmiah yang ditemukan untuk menjelaskan kejadian ini.
Jawaban saya adalah bahwa insiden ini dianggap sebagai salah satu keajaiban yang paling nyata, yang terjadi untuk mendukung Nabi (saw) ketika ia ditantang oleh orang musyrik ataupun kafir Quraisy, menunjukkan kepada mereka mukjizat ini untuk membuktikan bahwa ia adalah Rasul Allah. Pokoknya, mukjizat terjadi sebagai insiden yang tidak biasa yang melanggar semua hukum alam biasa. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan konvensional tidak dapat menjelaskan bagaimana mukjizat terjadi, dan jika mereka tidak disebutkan dalam Al Qur'an dan Sunnah Nabi (saw), kita tidak akan pernah diwajibkan untuk percaya pada mereka. Oleh karena itu, kami percaya bahwa insiden pemecahan bulan terjadi persis seperti kata-kata Allah Maha Suci Siapa bilang:
(Kiamat sudah dekat, dan bulan telah terbelah. Dan jika mereka melihat tanda, mereka berpaling, dan berkata: (Ini adalah sihir yang terus menerus). Mereka mendustakan (Al Qur'an ini), dan diikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap masalah akan diselesaikan [menurut jenis perbuatan (untuk pelaku perbuatan baik, perbuatannya akan membawanya ke surga, dan juga perbuatan jahat akan membawa pelaku mereka ke neraka)]. Dan memang ada datang kepada mereka berita (dalam Al Qur'an ini) di mana ada (peringatan cukup) untuk memeriksa (mereka dari kejahatan), kebijaksanaan Sempurna (Al Qur'an ini), tetapi (pemberitaan) pemberi peringatan tidak menguntungkan mereka).
(QS. Al-Qamar (Bulan): 1-5)
Ketika saya selesai pidato saya, seorang pria Inggris dari penonton bernama Dawud Musa Pidcock, pemimpin Partai Muslim Inggris (British Muslim Party), diminta untuk menambahkan sesuatu ke jawaban saya. Dia berkata: "Begitulah, ayat-ayat awal Surat Al-Qamar yang membuat saya memeluk Islam di akhir tahun tujuh puluhan." Ini terjadi ketika dia melakukan penelitian yang mendalam dalam bidang perbandingan agama. Salah seorang Muslim memberinya salinan terjemahan makna Alquran. Ketika ia membuka salinan ini untuk pertama kalinya, dia menemukan surat Al-Qamar, dan dia membaca ayat-ayat di awal surah, dan tidak percaya bahwa bulan pernah terbelah menjadi dua bagian yang berbeda dan mereka bergabung kembali, maka ia menutup salinan terjemahan dan menyimpannya.
Pada tahun 1978 Mr Pidcock ditakdirkan oleh Allah untuk menonton program tentang perjalanan ruang angkasa, di mana penyiar terkenal Inggris Jamed Burke, menerima tiga ilmuwan ruang angkasa Amerika. Selama perdebatan, penyiar terus mengkritik pengeluaran tidak wajar oleh NASA (jutaan dolar) pada proyek ruang angkasa, sementara ada jutaan orang di bumi yang menderita kelaparan, penyakit dan kebodohan. Jawaban para ahli itu adalah bahwa perjalanan ini dapat mengembangkan teknologi penting yang  diterapkan dalam diagnosis medis dan pengobatan, industri, pertanian, dan bidang lainnya. Selama perdebatan ini, mereka disebut sebagai manusia pertama yang mendarat di permukaan bulan, dan bagaimana perjalanan ini menghabiskan biaya lebih dari $ 100 juta dolar. Para ilmuwan melanjutkan dengan mengatakan bahwa perjalanan ini membuktikan sebuah fakta ilmiah dan mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk meyakinkannya, namun tidak ada orang yang percaya pada mereka. Fakta ini adalah bahwa bulan pada waktu zaman dulu pernah terbelah dan bergabung kembali. Ada banyak bukti nyata pada permukaan bulan untuk membuktikan ini.

Mr Pidcock melanjutkan dengan mengatakan: "Ketika saya mendengar ini, aku melompat dari kursi saya, dan mengatakan ini adalah sebuah keajaiban yang terjadi seribu empat ratus tahun yang lalu untuk mendukung Muhammad, dan Al Qur'an menceritakan itu sedemikian rupa rinci. Setelah periode panjang dan selama usia ilmu pengetahuan dan teknologi, Allah mempekerjakan orang (non muslim) yang menghabiskan semua uang ini tak lain hanya untuk membuktikan bahwa keajaiban ini benar-benar terjadi. Lalu, saya berkata pada diri sendiri, ini pasti agama yang benar, dan saya kembali menerjemahkan makna-makna Al Qur'an, membacanya dengan penuh semangat. Itulah ayat-ayat  pembukaan surat Al-Qamar yang ada di balik pengembalian saya ke Islam."
Hal ini terjadi pada saat orang Islam mengatakan bahwa pembelahan bulan belum terjadi, dan bahwa itu adalah salah satu tanda di akhirat sebagai pembukaan surah yang menyatakan: (Waktu sudah dekat). Mereka menyadari fakta bahwa Nabi (saw) mengatakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, dari Sahal bin Sa'ad bahwa Sahl berkata: "Saya mendengar Rasulullah (saw) mengatakan:
"Saya dan Hari Akhir adalah (dekat satu sama lain) seperti ini (dan ia menunjuk dengan bergabung jari telunjuknya, (satu) di sebelah ibu jari dan jari tengah (bersama). "
Mereka yang menyangkal insiden pemecahan bulan, menggunakan bukti yang tidak benar untuk mendukung pendapat mereka karena mereka menggunakan ayat dalam surat al-Isra:

(Dan tidak ada yang berhenti Kami dari mengirim bukti-bukti (bukti, tanda-tanda), tetapi bahwa orang-orang yang tua menolaknya).
(QS. Al-Isra' (The Journey by Night): 59)
Ayat ini tidak digunakan dalam konteks yang tepat karena tanda-tanda jelas banyak dan mujizat terjadi selama hidup Nabi SAW yang mulia.
Salawat dan salam Allah atas Nabi SAW, untuk beliaulah Allah membuat bulan terbelah menjadi dua bagian, dua kali, sebagai suatu kehormatan baginya dan untuk meningkatkan peringkat dan mendukung pesannya (di antara umat-Nya), dan meninggalkan bagi kita sebuah bukti nyata untuk membuktikan bahwa pemisahan ini benar-benar terjadi.

* * *
Hal yang menjadi perdebatan serius dari tulisan Prof. El-Naggar adalah tentang gambar bulan di bawah ini.

 












Banyak komentar pro dan kontra tentang citra gambar berbentuk seperti alur patahan atau alur sungai kering pada gambar tersebut. Sedangkan  situs www.elnaggarzr.com   sendiri tidak memberikan keterangan pada gambar itu. Jadi, penulis sebagai penganalisis berpendapat bahwa Prof. El-Naggar tidak berpendapat apa-apa tentang gambar dimaksud. Jadi, beliau tidak berpendapat bahwa gambar bulan ber-alur sungai kering itu adalah bukti bulan pernah terbela.

Sejumlah situs yang memuat tulisan tentang terbelahnya bulan mengatakan bahwa citra gambar berbentuk seperti patahan atau sungai kering itu adalah bukti bahwa bulan pernah terbelah. Sedangkan beberapa komentar mengatakan bahwa alur tersebut bukanlah bekas patahan, namun berupa rille. Rille adalah gambaran salah satu depresi yang panjang sempit di permukaan bulan yang menyerupai saluran. 

Bahkan ada yang menulis di sebuah blog/wordpress bahwa tulisan tentang mukjizat itu adalah hoax alias bohong, dengan judul 'Memalukan, “Hoax” Islami Ramai Diminati', yang dapat diakses di sini. Sungguh disayangkan semangat mereka dalam mengkaji ilmu, apalagi itu ilmu agama, namun kurang waspada ketika mengkaji dan menelaah. Apalagi mem-posting di blog atau situsnya, sungguh kesembronoan itu patut menjadi pelajaran bagi kita semua.

Guna mengurai benang kusut perdebatan tentang bukti pembelahan bulan, maka tulisan ini akan mengkaji beberapa data yang penulis temukan tentang pembelahan bulan. Data yang disajikan adalah pertama data selain Al-Qur'an dan Hadits/Sunnah Nabi Muhammad SAW. Kedua adalah data dari Al-Qur'an dan Hadits/Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Data Selain Al-Qur'an dan Hadits/Sunnah Nabi Muhammad SAW:

1. Data tentang Gambar Bulan Ber-alur Sungai Kering (Rille)

Ada sebuah situs berbahasa Inggris, yaitu: http://www.quranandscience.com yang dikelola oleh Gamal Abdel-Nasser Al-ganainy, menampilkan tulisan Dr. Zaghloul El-Naggar dengan judul The Moon Cleft Asunder, yang dapat diakses di http://www.quranandscience.com/sunnah-a-science/72-the-moon-cleft-asunder.html. Tulisan tersebut secara garis besar mempunyai kesamaan dengan tulisan The Moon Cleft Asunder pada situs http://www.elnaggarzr.com seperti yang ditampilkan di awal, namun mempunyai beberapa perbedaan.

Salah satu perbedaan itu adalah adanya keterangan pada gambar bulan ber-alur sungai kering, seperti di bawah ini:

bulan-terbelah-1
This oblique view of the Moon's surface was photographed by the Apollo 10 astronauts in May of 1969. Center point coordinates are located at 13 degrees, 3 minutes east longitude and 7 degrees, 1 minute north latitude. One of the Apollo 10 astronauts attached a 250mm lens and aimed a handheld 70mm camera at the surface from lunar orbit for a series of pictures in this area.
Jika diterjemahkan, keterangan gambar tersebut adalah:
  
Pandangan miring dari permukaan Bulan difoto oleh astronot Apollo 10 pada bulan Mei 1969. Koordinat titik pusat terletak di 13 derajat, 3 menit bujur timur dan 7 derajat, 1 menit lintang utara. Salah satu astronot Apollo 10 ditempeli kamera berlensa 250mm dan kamera genggam 70mm pada permukaan dari orbit bulan untuk mengambil serangkaian gambar di daerah ini.

Sekali lagi, Prof. El-Naggar tidak mengklaim bahwa gambar di atas adalah gambar tentang bukti bulan pernah terbelah.

Kemudian, jika gambar tersebut memang berasal dari Apollo 10, maka adalah lebih baik jika mengakses situs tentang Apollo 10. Penulis menemukan situs tentang Apollo, yaitu http://www.apolloarchive.com/apollo_gallery.html. Jika ingin mengakses foto bulan yang diambil Apollo 10, maka tinggal meng-klik Apollo 10. Lalu, penulis mencari gambar yang sedang dibahas, ternyata gambar itu dapat diakses pada gambar ber-ID AS10-31-4646 dengan deskripsi oblique view of lunar surface featuring a rille (pandangan miring dari permukaan bulan yang memperlihatkan rille), yang diperoleh pada tanggal 18 Mei 1969. Keterangan tersebut dapat dilihat secara lengkap seperti di bawah ini.




Situs   Apollo  10  di  atas  juga  tidak  memberikan  keterangan  tentang  bukti  terbelahnya  bulan.

Kemudian, penulis juga menemukan keterangan nama dari rille tersebut. Nama rille  itu adalah Ariadaeus Rille. Lihat keterangan di bawah ini yang bisa diakses di http://apod.nasa.gov/apod/ap021029.html.

 Tulisan yang terdapat di atas gambar tersebut adalah:

Astronomy Picture of the Day

Discover the cosmos! Each day a different image or photograph of our fascinating universe is featured, along with a brief explanation written by a professional astronomer. 

2002 October 29 

Sedangkan tulisan di bawah gambar tersebut adalah:


A Lunar Rille
Credit: Apollo 10, NASA
 
Explanation: What could cause a long indentation on the Moon? First discovered over 200 years ago with a small telescope, rilles (rhymes with pills) appear all over the Moon. Three types of rilles are now recognized: sinuous rilles, which have many meandering curves, arcuate rilles which form sweeping arcs, and straight rilles, like Ariadaeus Rille pictured above. Long rilles such as Ariadaeus Rille extend for hundreds of kilometers. Sinuous rilles are now thought to be remnants of ancient lava flows, but the origins of arcuate and linear rilles are still a topic of research. The above linear rille was photographed by the Apollo 10 crew in 1969 during their historic approach to only 14-kilometers above the lunar surface. Two months later, Apollo 11, incorporating much knowledge gained from Apollo 10, landed on the Moon.

Tomorrow's picture: Rock & Sky



Authors & editors: Robert Nemiroff (MTU) & Jerry Bonnell (USRA)
NASA Technical Rep.: Jay Norris. Specific rights apply.
A service of: LHEA at NASA / GSFC
& NASA SEU Edu. Forum
& Michigan Tech. U.

Jika diterjemahkan, maka tulisan di atas adalah sbb:

                                             Gambar Astronomi Hari Ini

Temukan kosmos! Setiap hari gambar yang berbeda atau foto alam semesta menarik kita disajikan, bersama dengan penjelasan singkat yang ditulis oleh seorang astronom profesional.

29 Oktober 2002


Sebuah Rille Bulan
Credit: Apollo 10, NASA
 

Penjelasan: Apa penyebab dari lekukan panjang di Bulan? Pertama kali ditemukan lebih dari 200 tahun yang lalu dengan teleskop kecil, rille muncul di seluruh Bulan. Tiga jenis rille yang sekarang diakui: sinuous rilles (rille berliku), yang memiliki kurva berkelok-kelok banyak; arcuate rilles(rille arkuata) yang membentuk busur menyapu; dan straight rilles (rille lurus), seperti Ariadaeus Rille yang merupakan gambar di atas. Rille panjang seperti Ariadaeus Rille mempunyai panjang ratusan kilometer. Rille berliku sekarang dianggap sebagai sisa-sisa aliran lava kuno, tapi asal-usul rille arkuata dan linier/lurus masih menjadi topik penelitian. Rille linier di atas difoto oleh kru Apollo 10 pada tahun 1969 sebagai peristiwa bersejarah di mana usaha mereka untuk mendekati bulan  yang hanya berjarak  14 kilometer di atas permukaan bulan. Dua bulan kemudian, Apollo 11, menggabungkan banyak pengetahuan yang diperoleh dari Apollo 10, mendarat di Bulan.                                                      
 Gambar besok: Batu & Langit

  ______________________________________________________________________
                  <| Arsip | Indeks | Cari | Calendar | Istilah | Pendidikan | Tentang APOD |>
  ______________________________________________________________________
                         
                           Penulis & editor: Robert Nemiroff (MTU) & Jerry Bonnell (USRA)
                                    NASA Teknis Rep: Jay Norris. Hak khusus berlaku.
                                        Sebuah layanan dari: LHEA di NASA / GSFC
                                                      NASA & Seu Edu. Forum 
                                                           & Michigan Tech. U.

Jadi gambar yang diperdebatkan dari tulisan Prof. Zahloul El-Naggar dalam tulisannya The Moon Cleft Asunder adalah bernama Rille Ariadaeus yang merupakan jenis rille lurus atau linier.

Kemudian Rille Ariadaeus ini dinamakan Rima Ariadaeus, seperti terlihat pada gambar di bawah ini yang dapat diakses pada http://en.wikipedia.org/wiki/Rima_Ariadaeus
Rima Ariadaeus as photographed from Apollo 10.  (Rima Ariadaeus seperti difoto dari Apollo 10).

Jika dilihat tegak lurus dari atas maka Rima Ariadaeus adalah seperti di bawah ini dan dapat diklik pada alamat situs NASA di bawah ini:
http://www.nasa.gov/mission_pages/LRO/multimedia/lroimages/lroc_20090928_ariadaeus.html


LROC image of Rima Ariadaeus

Anda juga dapat mengakses gambar ini melalui Google Earth yang terbaru. Caranya adalah dengan mengunduh (download) Google Earth. Jika sudah mengunduh dan mengklik run, maka Anda tinggal menggunakannya. Ubahlah pilihan pada simbol seperti planet bercincin. Di situ ada pilihan antara Earth, Sky, Mars, dan Moon. Anda pilih Moon. Setelah itu carilah Rima Ariadaeus pada kolom search, maka Anda akan ditunjukkan Rima Ariadaeus seperti tampak dalam gambar di bawah ini. Adapun lokasi Rima Ariadaeus adalah pada 6° 24′ 0″ N, 14° 0′ 0″. Gambar di bawah ini penulis buat dengan koordinat 6° 24′ 0.40" N, 13° 59′ 59.79″ E elev-1845 ft.


Masih menurut NASA, Ariadaeus Rima diyakini sebagai bentuk faults yang terbentuk akibat aktivitas tektonik. Beberapa ilmuwan percaya bahwa rille linier mungkin terbentuk setelah peristiwa benturan besar, sementara yang lain percaya bahwa rille terbentuk sebagai sebuah manifestasi permukaan dari sistem parit dalam ketika gunung berapi bulan masih aktif.  Para ahli sepakat bahwa Ariadaeus Rima adalah sistem sesar yang sama dengan yang di Bumi.  Panjang Rima Ariadaeus sekitar 300 km (186,4 mil) sedangkan lebarnya adalah 5 km (3,1 mil) dan mengganggu fitur geologi yang sudah ada sebelumnya.

Setelah memperhatikan penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa tidak ada yang menerangkan bahwa gambar Rima Ariadaeus adalah bukti dari pembelahan bulan. Sebaliknya, jika memperhatikan keterangan dari  Ir. Agus Haryo Sudarmojo dalam bukunya “Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Qur’an” di halaman 66-68, maka dapat diketahui bahwa gambar Rima Ariadaeus adalah bukti pembelahan bulan.

  
Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Qur'an 
Oleh                 : Ir. Agus Haryo Sudarmojo
Penerbit            : Mizania (Mizan Group)
Edisi                 : Soft Cover
ISBN                : 9796028236164
ISBN-13           : 2000019008071
Tgl Penerbitan  : 2008-11-00
Bahasa              : Indonesia
Halaman           : 278
Ukuran              : 145x190x0 mm

Data di atas bisa diklik di www.bukabuku.com.

Simaklah keterangan yang dipaparkan dalam buku tersebut seperti di bawah ini:


  

Penulis menelaah gambar Rima Ariadaeus pada buku karya Agus ini di mana dia menerangkan bahwa rille lurus tersebut berisi batuan metamorf yang menjadi dasar bahwa bulan pernah terbelah dan menyatu kembali. Pernyataan ini kurang mendasar sebab panjang Rima Ariadaeus hanya 300 km, bukan mengelilingi bulan. Sedangkan keliling bulan sendiri adalah 10.921 km (lihat en.wikipedia.org).  Jika Agus menyatakan bahwa rille tersebut bekas patahan terbelahnya bulan, maka seharusnya ditemukan bekas patahan yang panjangnya 10.921 km. Memang ada rille linier lainnya yang menyambung Rima Ariadaeus yaitu Rima Hyginus yang terletak pada koordinat 7.4°N, 7.8°E dengan panjang 219 km (lihat the-moon.wikispaces.com).

Kemudian, penulis juga menyoroti Pendapat Pertama buku tersebut di atas. Pendapat itu menyatakan bahwa: 

Secara Geo-Sains memang telah terbukti bahwa dahulu kala bulan telah terbelah akibat benturan asteroid. Data perbatuan bulan menyajikan informasi adanya jalur batuan metamorf yang menembus bulan. Jalur itu berawal dari permukaan langsung ke inti dan menembus ke permukaan bulan di sisi yang berseberangan.

Hal ini hanya bisa dijelaskan bila bulan pernah terbelah dan menyatu kembali. Pergeseran saat terjadi penyatuan bagian-bagian bulan menimbulkan tekanan (P) dan temperatur (T) yang tinggi dan selanjutnya membentuk jalur batuan metamorf.

Jika Pendapat Pertama buku tersebut adalah benar, maka pemberian contoh gambar Rima Ariadaeus sebagai bukti adalah kurang tepat. Oleh karena itu, Agus sebaiknya memberikan bukti gambar yang lain. Selain itu, Pendapat Pertama buku di atas mirip dengan apa yang disampaikan Prof. El-Naggar pada tulisan yang berjudul The Moon Cleft Assunder bahwa:

"The scientists went on to say that this journey proved a scientific fact, that if they had spent several times as much as they did to convince people with it, no body would have believed them. This fact was that the moon had been split a long time ago and rejoined, and there is a lot of concrete evidence on the surface of the moon to prove this".(Para ilmuwan melanjutkan dengan mengatakan bahwa perjalanan ini membuktikan sebuah fakta ilmiah dan mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk meyakinkannya, namun tidak ada orang yang percaya pada mereka. Fakta ini adalah bahwa bulan pada waktu zaman dulu pernah terbelah dan bergabung kembali. Ada banyak bukti nyata pada permukaan bulan untuk membuktikan ini).
Pendapat Pertama buku karya Agus di atas adalah bukti bahwa bulan pernah terbelah, walaupun terbelahnya bukan dikarenakan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Kemudian timbul pertanyaan, bagaimana caranya membuktikan bahwa terbelahnya bulan karena mukjizat Nabi Muhammad SAW? Untuk menjawab hal ini, tentunya perlu dibentuk tim peneliti yang secara khusus dan intensif mengkaji dan mengeksplorasi bulan guna menemukan bukti patahan akibat mukjizat Nabi Muhammad SAW. Tentunya tim peneliti itu harus ahli di bidang bulan, geologi, agama, dan bidang lainnya yang mendukung tercapainya tujuan.

Penulis mencontohkan tentang penemuan Partikel Tuhan (Higgs Boson) (Baca:Fisikawan Indonesia Terlibat Dalam Penemuan Partikel Tuhan di blog ini).  Menemukan partikel ini bukan hal yang mudah. Ribuan peneliti yang ada dalam dua kelompok, ATLAS dan CMS, bekerja bersama untuk menemukan partikel tersembunyi ini. "Ini bukan hasil kerja segelintir orang tapi kolaborasi banyak lembaga dari puluhan negara," kata Haryo Sumowidagdo. Partikel Tuhan adalah partikel terakhir dalam teori model standar. Ilmuwan mulai mencarinya sejak tahun 1964. Dalam model ini, alam semesta tercipta dari 12 partikel dasar dan enam pembawa gaya. Sebelumnya, baru lima partikel pembawa gaya yang ditemukan. "Selama ini kita melihat benda-benda yang punya berat, ada gravitasi yang membuat bumi berputar. Artinya, harus ada sesuatu yang menghasilkan massa untuk partikel-partikel itu," kata pria kelahiran Tabanan, Bali ini. Sebuah partikel Higss bisa mempengaruhi massa jutaan partikel lain. Selama ini dia selalu ada di seluruh alam semesta, tapi baru ditemukan.

Lihatlah, penemuan Partikel Tuhan yang ada di seluruh alam semesta dilakukan oleh ribuan peneliti, banyak lembaga dari puluhan negara, dan dicari sejak tahun 1964 (butuh 48 tahun). Tentunya, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Apalagi untuk menemukan bukti terbelahnya bulan karena mukjizat Nabi Muhammad SAW, di mana bukti itu tentu ada di bulan, maka diperlukan ribuan peneliti dan banyak negara Islam serta biaya yang besar, juga waktu yang dibutuhkan mungkin bisa lama.

Oleh karena itu, jika ada yang menyatakan bahwa bukti ilmiah di bidang geofisika tentang bulan terbelah adalah tidak ada, maka perlu dikritisi karena memang belum ada penelitian yang khusus mengkaji masalah ini. Misi NASA ke bulan bukanlah dalam rangka pembuktian mukjizat Nabi Muhammad SAW yang mampu membelah bulan. Walaupun ada isu ke arah itu, namun dibantah NASA. Pun, para ahli planet yang mengkaji bulan juga tidak bertujuan memberikan bukti mukjizat Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, pro-kontra pembicaraan bukti ilmiah di bidang geofisika tentang terbelahnya bulan akibat mukjizat Nabi Muhammad SAW perlu dipending terlebih dahulu sebelum ada penelitian yang mengkaji khusus bidang ini.


2. Data tentang Dawud Musa Pidcock: Sosok yang Nyata.

Dawud Musa Pidcock, nama yang diungkap Prof. El-Naggar, adalah sosok nyata bukan khayalan. Nama Dawud adalah nama Arab, sedangkan dalam bahasa Inggrisnya adalah David. Nah, ada sebuah website yaitu www.islamicparty.com (lihat juga tulisan David Musa Pidcock: The Leader of 'Islamic Party of Britain' pada blog ini) yang menyebutkan David Musa Pidcock sebagai Leader of Islamic Party of Britain. Situs itu menjelaskan seperti tersebut di bawah ini:

Party Leader: David Musa Pidcock

David Musa Pidcock was born in 1942 in Sheffield, where he lives with his wife and two children Jacob and Mary. He is a machinery consultant, valuer and writer. He gives lectures across the UK, particularly on Islamic economics. A former Roman Catholic, David Musa Pidcock became a Muslim in 1975. He is a founder member and since its inception the leader of the Islamic Party of Britain. 

Jika diterjemahkan, maka tulisan tersebut adalah seperti di bawah ini:


Ketua Partai: David Musa Pidcock

David Musa Pidcock lahir tahun 1942 di Sheffield, di mana dia tinggal bersama istri dan dua anaknya Jacob dan Mary. Dia adalah konsultan mesin, penilai dan penulis. Dia memberikan kuliah di Inggris, khususnya ekonomi Islam. Mantan penganut Katolik Roma, David Musa Pidcock menjadi Muslim pada tahun 1975. Dia adalah anggota pendiri dan sejak awal menjadi pemimpin Partai Islam Inggris.

Jadi, Dawud Musa Pidcock atau David Musa Pidcock adalah satu orang yang dulu penganut Katolik Roma. Kemudian pada tahun 1975, dia memeluk Islam dan mendirikan serta memimpin Partai Islam Inggris. 

Berikut ini adalah foto David Musa Pidcock dan situs dari partai Islam yang dipimpinnya.

Mr. David Musa Pidcock



















Selain itu, ada sebuah situs non islam, yaitu http://www.adventistpictures.org.uk/gallery/2001/icel2001/index.php, menyebutkan bahwa: 

 Daud Musa Pidcock, a convert to Islam from Roman Catholicism.
 (Daud Musa Pidcock, seorang mualaf yang dulunya penganut Katolik Roma)

Memang tulisan di atas adalah Daud Musa Pidcock, namun maksudnya adalah David Musa Pidcock. Simak data yang diambil dari situs di atas:


Dari tulisan di atas, sengaja langsung diambil bagian yang membahas David Musa Pidcock, seperti diterangkan berikut ini.


Jika gambar di atas diperbesar, maka hasilnya adalah sebagai berikut:



http://www.adventistpictures.org.uk/gallery/2001/icel2001/145-4514_img.jpg
Mr Mohammad S Bahmanpour, lecturer at the University of Cambridge; Daud Musa Pidcock, a convert to Islam from Roman Catholicism; and Pastor Peter Roennfeldt, during Pastor Roennfeldt's presentation.
http://www.adventistpictures.org.uk/gallery/2001/icel2001/145-4515_img.jpg
As above but without Mohammad Bahmanpour.

Dengan demikian, David Musa Pidcock adalah sosok yang benar-benar ada. Dulu ia adalah penganut Katolik Roma, lantas pada tahun 1975 menjadi mualaf. Kemudian, David Musa Pidcock mendirikan dan menjadi Ketua Partai Islam Inggris seperti yang disebutkan oleh Prof. El-Naggar dalam situsnya seperti yang tersebut di awal tulisan ini. Hal itu menegaskan bahwa sang profesor tidak memberikan keterangan palsu, namun hal yang nyata dan benar.

Yang perlu ditambahkan adalah kesaksian David Musa Pidcock bahwa beliau memang menyaksikan acara TV BBC yang dipandu oleh James Burke (bukan Jamed Burke) dengan tiga ilmuwan dari NASA seperti yang ditulis El-Naggar. Penulis sudah mengirim e-mail kepada David Musa Pidcock untuk mengklarifikasi masalah ini. Sayang, penulis belum mendapat respon dari David Musa Pidcock. Jika ada pihak yang dapat membantu penulis mendapatkan klarifikasi dimaksud, maka silahkan kirimkan komentar di bawah, atau kirim email ke: amin.jakarta@gmail.com.
  
3. Data tentang James Burke: Pemandu Acara Project Apollo di BBC TV

James Burke juga bukan sosok imajiner, tetapi ia adalah figur nyata yang lahir di Derry, Northern Ireland,  22 Desember 1936. James Burke mengukuhkan reputasinya sebagai reporter di acara serial sains BBC bertajuk Tomorrows's World. Dia juga menggawangi acara BBC TV tentang sains terkini dan kepala reporter untuk sejumlah misi Project Apollo, serta sebagai presenter utama acara BBC's coverage of the first moon landing (Liputan BBC pada pendaratan di bulan untuk pertama kali) pada tahun 1969 (lihat en.wikipedia.org).

James Burke pada tahun 1978


James Burke pada tahun 2007
Sayangnya, penulis belum menemukan acara BBC TV tentang wawancara James Burke dengan tiga ilmuan NASA, seperti yang dilihat David Musa Pidcock. Bagi mereka yang menemukan acara itu, maka mohon untuk dapat memberikan informasinya di komentar blog ini atau kirim e-mail ke: amin.jakarta@gmail.com.

4. Data tentang Pernyataan Prof. Dr. Zaghloul El-Naggar.
 
Dalam tulisannya tentang The Moon Cleft Asunder (Bulan Pernah Terbelah), seperti yang terdapat di atas, pada akhir paragraf kedua, beliau menyatakan,"The Indian and Chinese calendars have recorded the incident of the splitting of the moon." (Kalender India dan Cina mencatat kejadian pemisahan bulan). Data ini sangat penting untuk ditunjukkan sebagai persaksian seorang ilmuan kelas dunia bahwa pembelahan bulan disaksikan dan dicatat juga oleh orang di luar Mekkah, yaitu orang India dan Cina. Penulis berasumsi bahwa sang profesor tidak akan menyatakan kalimat ini jika beliau tidak mempunyai data tersebut. Pun, reputasi ilmiah beliau yang mendunia menjamin akan validitas pernyataan tersebut. Penulis juga sudah mengirimkan e-mail kepada Prof. El-Naggar untuk mengklarifikasi hal ini, sayang beliau belum memberi respon. Walaupun begitu, jika pembaca mempunyai sumber lain yang mendukung dan dapat diandalkan, silahkan memberi komentar atau kirim e-mail ke: amin.jakarta@gmail.com.

Perlu penulis tambahkan yaitu Alawy Aly menyatakan bahwa di Cina ditemukan prasasti yang mencatat  bulan pernah terbelah, dan saat dicocokkan tahun kejadian dan tanggalnya, berbarengan persis dengan kejadian saat nabi membelah bulan itu (lihat Rayap Penghenti Embargo).

4.Data dari www.republika.co.id
Republika Online pada edisi Jumat, 27 Pebruari 2009 pukul 22:25 WIB menurunkan ulasan bulan terbelah dengan judul "Mukjizat Bulan Terbelah Memang Pernah Terjadi". Adapun isi berita tersebut seperti tercantum di bawah ini, yang bisa diakses di www.republika.co.id.


Perhatikan tulisan yang berlatar biru di atas. Jika disalin, maka tulisan itu seperti ini:

Namun ternyata, sejarah India dan Cina kuno (yang pada waktu peristiwa ini belum mengenal apa pun tentang Islam) telah mencatat dan menceritakan peristiwa ini. Sayyid Mahmud Syukri al-Alusi, dalam bukunya Ma Dalla 'Alaihi Al-Qur'an, mengutip dari buku Tarikh al-Yamini bawa dalam sebuah penaklukan yang dilakukan oleh Sultan Mahmud bin Sabaktakin al-Ghaznawi terhadap sebuah kerajaan yang masih menganut paganisme (musyrik) di India ia menemukan lempengan batu di dalam sebuah istana taklukan tersebut. Pada lempengan tersebut terpahat tulisan, "Istana ini dibangun pada malam terbelahnya bulan, dan peristiwa itu mangandung pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran."

Walaupun, data yang diungkap Republika hanya data dari India, namun fakta ini sudah sangat kuat untuk dijadikan sebagai bukti bahwa bulan pernah terbelah.

5. Data tentang Seorang Pebisnis Hindu "Ratanchand" menyaksikan Bulan Terbelah.

Sebuah situs berbahasa Inggris yaitu users.cjb.net/sufipath/prophet.html menulis bahwa ada seorang pebisnis Hindu "Ratanchand" menyaksikan bulan terbelah, seperti di bawah ini:



Tulisan di atas, jika diperbesar dapat dilihat sebagai berikut:

Another Hindu businessman "Ratanchand" witnessed that incident. He also accepted Islam, stayed some period with the Holy Prophet, he also collected many Hadith (Sayings of the Prophet), and later spread them around the Indian sub-continent. He also wrote a book "Al-Risala-tul-Rataniya". His tomb is in Batinda city of Indian Punjab, which is visited by many people till today.

(Orang lainnya, yaitu pengusaha Hindu "Ratanchand" menyaksikan insiden itu. Dia juga menerima Islam, tinggal beberapa periode dengan Nabi, ia juga mengumpulkan banyak Hadis (ungkapam Nabi), dan kemudian menyebarkannya di seluruh sub-benua India. Dia juga menulis sebuah buku "Al-Risalah-tul-Rataniya". Makamnya di Batinda kota Punjab India, yang dikunjungi oleh banyak orang sampai hari ini). Data ini penulis jadikan salah satu bukti bahwa bulan pernah terbelah.

Setelah pemaparan data di atas, penulis berkesimpulan bahwa peristiwa terbelahnya bulan tercatat oleh sebagian penduduk di Cina dan India. Catatan sejarah ini patut diperhitungkan guna menjadi bukti bahwa fenomena alam akibat mukjizat Nabi Muhammad SAW benar-benar pernah terjadi. 

Bagi non muslim, kajian penulis di atas bisa jadi dianggap mengada-ada. Hal ini adalah wajar karena mereka bukan orang yang percaya atau iman kepada Allah SWT sebagai Tuhannya dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabinya. Apapun yang diucapkan dan dilakukan Nabi Muhammad SAW, pasti tidak akan dipercayai. Bahkan, kaum kafir itu mengolok-olok, padahal mereka tidak tahu bahwa olokan itu sebenarnya untuk diri mereka sendiri. Hal ini disebabkan hati mereka yang iri dan dengki sehingga tertutuplah mata batin mereka untuk mendapatkan nur (sinar) terang ilmu dan hidayah dari Pencipta sekaligus Pemelihara manusia, Raja manusia dan Tuhan Manusia yaitu Allah Azza Wajalla Yang Maha Agung dan Maha Benar.

Selanjutnya,  penulis akan menyajikan data yang kedua, yaitu:

Data dari Al-Qur'an dan Hadits/Sunnah Nabi Muhammad SAW.

1. Surat Al-Qomar ayat 1 dan 2.

Penulis mengambil data dari http://www.alquran-indonesia.com/web/quran/listings/details/54 yang tersaji sebagai berikut:

iqtarabati alssaa'atu wainsyaqqa alqamaru
 
1. Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan [1435].
[1435] Yang dimaksud dengan "saat" di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mu'jizat Nabi Muhammad SAW.
wa-in yaraw aayatan yu'ridhuu wayaquuluu sihrun mustamirrun

2. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mu'jizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus".

wakadzdzabuu waittaba'uu ahwaa-ahum wakullu amrin mustaqirrun

3. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya [1436]

[1436] Maksudnya bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang telah ditetapkan terjadinya, seperti: urusan Rasulullah dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Sedang urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat.
 
Penelaahan dan pemahaman Al-Qur'an yang paling baik adalah dengan mengambil apa yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW. Hal ini seperti yang dikatakan Muhammad Abdurrahman Muhammad dalam bukunya Penafsiran Al-Qur'an dalam Perspektif Nabi Muhammad SAW (1999) bahwa walaupun para mufassir mengemukakan pula riwayat-riwayat dari sahabat, tabi'in, dan ulama salaf saleh lainya di samping riwayat dari Nabi, mereka tetap lebih mengunggulkan riwayat Nabi.

Salah satu karakteristik penafsiran Nabi Muhammad SAW adalah dengan menggunakan asbab an-nuzul (sebab-sebab turunnya Al-Qur'an). Siapa saja yang mengamati penafsiran Nabi dalam kitab-kitab tafsir dan hadits, ia akan menemukan asbab an-nuzul, yakni riwayat yang dapat menghilangkan ambiguitas ayat dan membantu dalam menjelaskan dan menafsirkannya serta menghilangkan kemusykilannya. Asbab an-nuzul muncul dilatarbelakangi oleh suatu peristiwa (kejadian), atau karena pertanyaan yang diajukan kepada Nabi untuk mengetahui ketetapan syari'at pada ayat tertentu, atau meminta penjelasan tentang satu persoalan dari beberapa persoalan agama (Muhammad, 1999).

2. Data Hadits Nabi Muhammad SAW.

Menurut buku Asbabun Nuzul: Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Qur'an (2004), karya K.H.Q.Shaleh, H.A.A. Dahlan dkk, asbab an-nuzul ayat pertama dan kedua Surat al-Qomar adalah, sbb:

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Ibnu Mas'ud berkata,"Sebelum Rasulullah SAW hijrah, di Mekkah aku melihat bulan terbelah menjadi dua bagian. Pada waktu itu orang-orang menyatakan bahwa bulan disihir. Maka turunlah ayat, iqtarabati alssaa'atu wainsyaqqa alqamaru (Telah dekat datangnya saat itu (kiamat) dan telah terbelah bulan (Q.S. Al-Qomar:1)", sebagai penegasan bahwa kehancuran kaum musyrikin telah dekat waktunya. (Diriwayatkan oleh asy-syaikhan dan al-Hakim -lafal hadits ini dari al-Hakim-, yang bersumber dari Ibnu Mas'ud).

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa orang-orang Mekkah meminta suatu mukjizat kepada Nabi SAW. Maka terbelahlah bulan di Mekkah dua kali. Ayat ini (Q.S. Al-Qomar:1-2) turun sebagai penegasan bahwa orang-orang kafir akan tetap berpaling walaupun sudah dipenuhi keinginannya.(Diriwayatkan oleh at-tirmidzi yang bersumber dari Anas).
Selain itu, ada juga hadits yang merekam kejadian terbelahnya bulan yang penulis ambil dari http://sy42.wordpress.com/2011/05/16/hadits-tentang-bulan-terbelah-mukjizat-kenabian-muhammad-saw/, sbb:

HADIST IMAM MUSLIM No 5010
Telah menceritakan kepada kami [Amru An Naqid] dan [Zuhair bin Harb] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Ibnu Abi Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dari [Abdullah] berkata: Bulan terbelah dua bagian dimasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Saksikan.”

HADIST IMAM MUSLIM 5012
Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz Al Anbari] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Abu Ma'mar] dari [Abdullah bin Mas'ud] berkata: Bulan terbelah dimasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjadi dua bagian, salah satunya menutupi gunung atau yang lainnya di atas gunung, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ya Allah saksikanlah.” Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar] dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam seperti itu. Telah menceritakannya kepadaku [Bisyr bin Khalid] telah mengkhabarkan kepada kami [Muhammad bin Ja'far]. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Adi], keduanya dari [Syu'bah] dengan sanad Ibnu Mu’adz dari Syu’bah seperti haditsnya, hanya saja dalam hadits Ibnu Abi Adi disebutkan: Lalu beliau bersabda: “Saksikanlah, saksikanlah.”

HADIST MUSLIM 5015
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Quraisy At Taimi] telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Bukair bin Mudlar] telah menceritakan kepadaku [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Rabi'ah] dari [Irak bin Malik] dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud] dari [Ibnu Abbas] berkata: Di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bulan pernah terbelah.

HADIST SUNAN TIRMIDZI 2108
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah bererita kepada kami [Abu Daud] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar] berkata: di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bulan terbelah menjadi dua, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Saksikanlah.” Abu Isa berkata: dalam hal ini ada hadits serupa dari Ibnu Mas’ud, Anas dan Jubair bin Muth’im dan hadits ini hasan shahih.

HADIST SUNAN TIRMIDZI 3209
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dari [Ibnu Mas'ud], ia berkata; bulan terbelah pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada kami: “Saksikanlah.”

HADIST SUNAN TIRMIDZI 3210
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] dari [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar], ia berkata; bulan terbelah pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau berkata: “Saksikanlah.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.

HADIST SUNAN TIRMIDZI 3211
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Katsir] dari [Hushain] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [ayahnya], ia berkata; telah terbelah bulan pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hingga menjadi dua belah di atas gunung ini. Kemudian orang-orang kafir berkata; Muhammad telah menyihir kita. Kemudian sebagian mereka berkata; Pun seandainya ia menyihir kita namun ia tidak mampu menyihir seluruh manusia. Abu Isa berkata; sebagian para ulama telah meriwayatkan hadits ini dari [Hushain] dari [Jubair bin Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [ayahnya] dari [kakeknya yaitu Jubair bin Muth'im] seperti itu.

MUSNAD AHMAD 3402
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dari [Ibnu Mas'ud]; Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjadi bulan terbelah menjadi dua bagian hingga kami melihatnya, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saksikanlah.”

MUSNAD AHMAD 3729
Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal] telah mengabarkan kepada kami [Isra`il] dari [Simak] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] dari [Abdullah] ia berkata; Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjadi bulan terbelah hingga aku dapat melihat gunung berada di antara dua belahan bulan.

MUSNAD AHMAD 13409
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] berkata; telah bercerita kepadaku [Syu'bah] berkata; saya telah mendengar [Qatadah] menceritakan dari [Anas bin Malik] dia berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi dua bagian.

MUSNAD AHMAD 13410
Telah bercerita kepada kami [Abu Daud] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] telah mendengar [Anas] berkata; Bulan telah terbelah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

MUSNAD AHMAD 13448
Telah bercerita kepada kami Abdullah telah bercerita kepada kami [Abu Abdullah As-Sulami] berkata; telah bercerita kepadaku [Abu Daud] dari [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata; saya telah mendengar [Anas] berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

MUSNAD AHMAD 16510
(Ahmad bin Hanbal radliyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Katsir] dari [Hushain bin Abdurrahman] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam  menjadi dua bagian, satu bagian di atas gunung ini dan satu bagian lagi pada gunung itu. Mereka berkata; “Muhammad telah menyihir kita”. Mereka juga berkata; “Jika dia telah menyihir kita, namun niscaya dia tidak akan bisa menyihir manusia semuanya.

Setelah menelaah Surat Al-Qomar ayat 1 dan 2 serta hadits-hadits di atas maka penulis mengambil kesimpulan bahwa terbelahnya bulan adalah suatu yang haq dan benar-benar terjadi. Bagi orang muslim adalah wajib mempercayainya karena hal ini terdapat dalam Al-Qur'an yang menjadi salah satu rukun iman. Selain itu, jumlah hadits yang meriwayatkannya cukup banyak tentang peristiwa pembelahan bulan. Jadi, tidak ada alasan bagi kaum muslim untuk tidak percaya. Kalau tidak percaya, maka keimanan kepada Al-Qur'an, Nabi Muhammad SAW, dan Allah SWT patut dipertanyakan. Di sini bukan rasio yang diutamakan, karena pangkal agama adalah hati atau keimanan, bukan bukti empiris dan rasional, walaupun Islam mengandung rasionalitas dan empirisme.

Jika terlalu cenderung kepada bukti empiris dan rasio, maka dikhawatirkan akan seperti orang musyrik Quraisy yang tidak percaya kepada Nabi Muhammad SAW, walaupun sudah ada mukjizat terbelahnya bulan. Bahkan mereka mengira Nabi Muhammad SAW melakukan sihir dan mereka terus mendustakan beliau, seperti yang digambarkan Surat Al-Qomar ayat 2 dan 3, sbb:

2. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mu'jizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus".
3. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya [1436].

Semoga kita semua umat Islam terus dan selalu mendapat hidayah menuju jalan yang lurus, yaitu jalan yang orang-orang yang telah mendapat nikmat Allah SWT, seperti Para Rasul dan Nabi serta pengikut setianya yang baik. Juga semoga kita selalu dan selamanya dalam rahmat dan perlindungan Tuhan Semesta Alam, Allah Azza Wa Jalla Al-'Adhim Al-Akbar. Amin.

* * *

2 komentar: