Sabtu, 07 Maret 2015

Pengusik Makam Rasulullah Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam: Dari al-'Ubaidiy Hingga al-Saudi

Makam Baginda Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam pernah diusik oleh para penguasa yang menamakan dirinya Islam dan Non Islam. Beberapa kali terjadi rencana jahat mulai dari ingin mengambil jenazah beliau hingga rencana pembongkaran makam. Hal ini dapat dilihat pada tulisan di bawah ini.









Mau tahu usaha keenam? Simak ulasan berikut ini.









Masih belum puas? Ini mungkin isu, tapi beritanya bergemuruh bagai angin topan plus tornado. Banyak media online menurunkan beritanya. Seperti apa kabar tersebut? Lihat tulisan berikut ini, bisa dibilang ini usaha ketujuh.




Reaksi keras menggelinding dari umat muslim di dunia, termasuk di Indonesia. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyampaikan protes keras terhadap usulan itu. Organisasi kemasyarakatan yang menaungi warga Indonesia bermadzhab ahlu sunnah wal jamaah ini melayangkan surat kepada Pemerintah Arab Saudi agar tak menerima usulan tersebut.

Untuk mengetahui bagaimana duduk persoalannya, VIVAnews mewawancarai Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat bertandang di studio VIVAOne beberapa hari lalu. 

Pria yang di kalangan Nahdliyin bisasa disapa Kang Said ini menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas King Abdul Aziz di Arab Saudi. Program Magister dan Doktoralnya juga diselesaikan di negeri itu beda universitas, yakni Universitas Ummul Quro. Kang Said menakhodai Tanfidiyah Nahdlatul Ulama setelah terpilih sebagai ketua umum pada 2010 silam dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar, Sulawesi Selatan.

Berikut petikan wawancaranya;

Ada rencana pemindahan makam nabi Muhammad yang proposalnya telah diajukan kepada pemerintah Arab Saudi. Hal ini menimbulkan polemik di kalangan umat Islam sedunia. Bagaimana tanggapan anda?

Itu sumber fitnah besar. Dulu juga sudah pernah direncanakan, ada rencana akan membongkar kuburan Nabi Muhammad, Sayidina Abubakar, Sayidina Umar, yang ada di dalam area masjid itu, kemudian umat Islam semuanya protes termasuk Nahdlatul Ulama, yang saat itu sebenarnya sebelum NU lahir, itu tahun 1925. KH Hasyim Asy'ari membentuk namanya Komite Hijaz yang dipimpin oleh KH Abdul Wahab Chasbulloh, KH Zainul Arifin—beliau Pahlawan Nasional, pernah menjadi Waperdam jaman Soekarno, dan Haji Hasan Basri Gipo, berangkat ke Jeddah menemui Raja Abdul Aziz.

Mereka memohon tiga hal. Satu, khatib dan imam salat di dua masjid, Masjidil Haram dan Masjid Madinah digilir, minggu ini madzhab Hanafi, minggu depan mazhab Syafii, minggu depan Malik, minggu depannya Hambali. Yang kedua, Jamaah, baik itu muktamirin maupun yang melaksanakan haji diberi kebebasan melaksanakan ibadahnya sesuai dengan mazhabnya masing-masing. Yang ketiga, mohon dengan sangat agar makam Nabi Muhammad, Abu Bakar, Umar, yang ada di pojok Masjid tidak dibongkar. 

Nah, yang satu ini yang dikabulkan. Yang dua tidak dikabulkan, bahwa khotib dan imam digilir bahwa kebebasan beribadah bagi para tamu Allah lah ditolak. Yang dikabulkan cuma satu, yaitu tidak dibongkarnya makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar. 

Pulang dari sana, Komite Hijaz—Kyai Hasyim Asy’ari memerintahkan kepada para santri-santrinya di antaranya Kyai Abdul Wahab Chasbullah—mendirikan Nahdlatul Ulama untuk menyikapi reaksi dari mazhab yang namanya mazhab Wahabi yang sangat ekstrim, sangat radikal, dan sangat ekslusif. Kemudian berdirilah Nahdlatul Ulama tanggal 16 Rajab 1345 H atau 31 Januari 1926. Jadi, lahirnya NU itu adalah sikap para ulama di Nusantara ini menyikapi rencana dari pemerintah Saudi Arabia membongkar kuburan Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar. Adapun makam lainnya sudah, di Ma’la itu rata dengan tanah, yang dimakamkan di sana itu lima belas ribu sahabat, ada Sayidatina Aisyah, Sayidina Hasan, Sayidina Usman. Yang selamat sampai sekarang tinggal kuburan Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar.

Apa alasan menolak usulan tersebut?

Sekarang konon katanya, ada rencana itu akan dipindahkan, itu akan menimbulkan huru-hara besar, marahnya umat Islam seluruh dunia. Karena apa? Nabi Muhammad bukan miliknya Saudi, milik umat Islam. Yang kedua, ada haditsnya, yang intinya Nabi Muhammad bersabda nanti kalau saya mati dikubur di mana saya mati, di mana saya meninggal dunia di situ saya dikubur. 

Nabi Muhammad meninggal di kamarnya Sayidatina Aisyah—kamarnya kan banyak ada sembilan, di situ pas kamarnya Sayidatina Aisyah—rumah-rumah itu kamar maksudnya. 

Alasan pemindahan yang saat ini diusulkan dengan yang dahulu apakah sama, konteksnya apakah juga sama?

Ya, iya. Kalau terulang lagi rencana itu akan menimbulkan huru-hara fitnah yang dahsyat. Yang akan senang ya Yahudi. Di tengah-tengah panasnya serangan Israel ke Gaza, kita di sini terpecah belah ngurusin kubur nabi Muhammad. Yang senang Yahudi kalau berlarut-larut. 

Ini kan idenya seorang guru besar yang mengajar di Universitas Muhammad bin Sa’ud bernama Ali bin Abdul Aziz AlShabal. Karena perluasan Masjid, nanti makam ada di tengah-tengah sehingga nanti mengundang kemusyrikan. Musyrik kenapa jauh-jauh ke Mekkah.

Itu isu, rencana itu sudah sejak dulu, sekitar tahun 1925, ketika khilafah Turki, imperium Islam Turki bubar, berdirilah kerajaan Saudi Arabia—kerajaan di bawah keluarga besar Muhammad bin Saud. Madzhab keluarga ini mengikuti madzhab Wahabi, yaitu seorang imam bernama Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi. Ajaran mereka ini maunya puritan. Purifikasi yaitu membuang segala ajaran yang sumberya bukan asli dari Nabi Muhammad dianggap bid’ah seperti mengadakan maulid nabi, mengadakan Isra Mi’raj, mengadakan halal bi halal, Nuzulul Quran, ziarah ke kuburan, haul. Semua itu oleh mereka dilarang karena dianggap musyrik. Padahal tidak sesempit itu bid’ah.

Apa Bid’ah itu?

Memang ada hadits yang memerintahkan kita menjauhi bid’ah. Tapi, apa sih bid’ah itu? Apa sedangkal itu memaknai bid’ah, segala sesuatu yang tidak dimulai Nabi Muhammad itu dilarang. Nggak bisa dong. Contoh, Alquran memerintahkan kita salat, Aqimusholat itu 62 ayat, tapi Quran tidak menjelaskan berapa kali yang wajib. Namanya salat saja di Alquran tidak ada Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, Subuh, di Alquran tidak ada itu. Belum lagi syarat rukunnya salat. Itu dari ijma ulama, konsensus para ulama, beginilah syarat rukunnya salat. 

Satu lagi misalkan Qiyas, analogi. Sabu-sabu, narkoba, ekstasi, heroin tidak ada di hadis bahwa hukumnya haram. Yang ada apa? Khamr, yang memabukkan. Apa yang memabukkan harus dianalogikan dengan khamr, sama-sama haram. Itu analogi, Qiyasnamanya. Menggunakan akal, zaman nabi Muhammad tidak ada itu. 

Di Alquran ada larangan kamu jangan membentak-bentak orangtua dan jangan berucap kasar dengan ayah dan ibu, memukul tidak ada dilarang, apa kemudian memukul boleh? Harus pakai Qiyas. Kalau membentak saja tidak boleh, apalagi memukul. Kalau bicara bid’ahitu, kita semua bid’ah. Beragama ini bid’ah semua kalau dimaknai dangkal segala hal yang tidak dilakukan di zaman nabi Muhammad. Misalnya Maulid Nabi. Alquran memerintahkan kita agar mendoakan nabi Muhammad. Alloh pun, malaikat pun, mendoakan nabi Muhammad. Innalloha wamalaikatahu yusholuna ala nabi, ya ayuhaladzina amanu sholu alaihi wasalimu taslima. Termasuk, kita hormati kuburannya. Nabi Muhammad dulu pesan, kalau saya mati dikubur jangan jauh-jauh dari tempat saya mati. Nah, pas wafat di situ dikubur di situ.

Kalau usulan itu diteruskan, bagaimana pandangan anda?

Mudah-mudahan Pemerintah Arab Saudi menolak. Saya tahu Raja Abdullah orang yang bijak. Kalau rencana ini diteruskan akan terjadi huru-hara, big fitnah, sangat-sangat danger, sangat-sangat bahaya kalau dikerjakan. Umat Islam seluruh dunia pasti akan protes kecuali Wahabi. Dari Maroko, Aljazair, Mauritania, Tunisia, Mesir, Sudan, Indonesia, Pakistan, Irak, semua yang ahlu sunah wal jamaah akan protes. 

Bagaimana PBNU menyikapi secara resmi terhadap wacana tersebut?

Sudah. Kita kirimkan surat kepada Pemerintah Saudi agar tidak dilaksanakan. Kita minta pemerintah RI sebagai negara yang warganya mayoritas umat Islam berfaham ahlusunnah wal jamaah agar bersikap keras.  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar