Sabtu, 05 Januari 2013

Syaikh Ali ash Shobuni Ajak Jaga Aswaja

Syaikh Ali ash Shobuni
urabaya. NU Online
Penghujung tahun 2012 Masjid  Nasional al-Akbar Surabaya kedatangan tamu istimewa, Mufassir Syiria ternama yakni Syaikh Muhammad Ali Ash Shobuni. Kedatangan sang mufassir didapuk sebagai khatib dalam khutbah jum’at.

Dalam khutbah Jum’atnya sebagaimana yang di publikasikan Buletin masjid al-Akbar edisi 108 21 Shofar/04 Januari 2013 Syaikh Ali ash Shobuni berwasiat kepada segenap muslimin agar selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dan selau mengamalkan amalan Ahlussunnah wal Jamaah.

Dalam khutbah pria yang juga sebagai guru besar Ilmu Tafsir di Universitas King Abdul Aziz ini, bertausiyah bahwa umat manusia akan selalu hidup bahagia apabila mengamalkan lima hal : pertama, hendaknya bertaqwa kepada Allah SWT, maka manusia akan mendapatkan puncak kebahagiaan di dunia ini. Kedua, ridha dengan apa yang diberikan oleh Allah, maka manusia akan menjadi paling kaya di dunia ini. Ketiga, berbuatlah baik kepada semua orang, maka orang lain akan berbuat baik kepada anda. Keempat, berbuatlah baik kepada tetangga maka anda akan menjadi orang yang benar benar beriman. Kelima, jangan terlalu banyak tertawa karena tertawa itu akan mematikan hati.

Masih dalam khutbahnya ulama asal Syiria ini menegaskan bahwa tidak pantas seorang mangaku muslim, tetapi menganiaya kepada orang lain, menyakiti orang lain, karena seorang muslim sejati ialah jika orang lain selamat dari tangan dan lisanya, juga tidak disebut muslim bagi yang tega membunuh orang lain tanpa hak. Islam bukan agama pembunuh, justru Islam adalah agama yang menyelamatkan manusia, dan mengarahkan manusia dari kesesatan menuju jalan yang benar yakni hidayah Allah SWT. Apakah kemudian orang membunuh seorang muslim dinamakan berjihad? Tentu tidak. Karena hakikat manusia itu adalah untuk menyelamatkan orang lain, bukan untuk menyakiti yang lain.

Dalam sesi dialog seusai shalat Juma’at Syaik Ali ash Shonuni menanggapai pertanyaan jamaah Jum’at tentang ahlususunnah dan aliran-aliran dalam Islam termasuk Syiah apakah termasuk Ahlussunah wal Jamaah? Beliau menegaskan semua aliran dalam Islam adalah termasuk Ahlussunnah wal Jamaah selama mempunyai iman kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

“Misalnya ada aliran Maturidiyah, Asy’ariyah, Salafiyah dan sebagainya, jika tidak keluar dari a-Qur’an dan as Sunnah maka termasuk Ahlussunah wal Jamaah”.

Masih dalam sesi dialog, ia juga menambahkan yang dimaksud dengan keluar dari al-Qur’an dan as-Sunnah diantanya adalah mencaci para sahabat nabi dan menambahkan ayat-ayat al-Qur’an. Karena itu sudah keluar dari konteks Ahlussunnah wal Jamaah.

“Para sahabat dan orang orang yang mengikuti mereka dengan baik adalah diridhoi Allah SWT, maka orang yang mengutuk sahabat, mencela sahabat, mencela pengikutnya, maka bukan termasuk mengikuti yang difirmankan Allah sehingga mereka bukan termasuk Ahlussunah. Kebiasaan orang yang melaknat sahabat-sahabat, baik Abu Bakar, Umar, Usman, Ali atau Muawiyah, juga bukan termasuk Ahlus Sunnah. Karena melalui beliaulah ilmu tentang Agana Islam sampai kepada kita,” tegas ulama yang karyanya banyak di kaji diIndonesia ini dalam mengahiri jawaban untuk jamaah.

Sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,2-id,41601-lang,id-c,daerah-t,Syaikh+Ali+ash+Shobuni+Ajak+Jaga+Aswaja-.phpx

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar