Kamis, 14 Februari 2013

Mahasiswa UAD Deteksi Alkohol Melalui Napas dalam 7 Detik

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Tidak perlu berlama-lama untuk mengetahui seseorang pengkonsumsi alkohol atau bukan. Mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bahkan hanya butuh waktu tujuh detik untuk tahu seseorang mengkonsumsi alkohol golongan dan kadar berapa. Hanya dengan embusan nafas saja Meldi Rahma Saputra bisa mendeteksi alkohol tersebut.

Uniknya, alat deteksi alkohol bikinan Meldi ini hanya memanfaatkan limbah mainan anak dan tutup botol. Alat ini juga telah diujicobakan pada lima supir taksi di Yogyakarta dengan tingkat keakuratan 99 persen.

"Ini saya buat dari tutup botol dan tabung bekas mainan anak dimasuki sensor dan beberapa alat lain termasuk layar micro digital untuk melihat kadar dan golongan alkoholnya," terangnya.

Alat seberat 200 gram ini dibuatnya terinspirasi dari alat sejenis yang dipakai aparat kepolisian di sebuah daerah di luar Jawa. Menurutnya, tabung bekas mainan anak tersebut dipasang  mikroprosesor ATmega8, led sebagai indikator kadar alkohol, busser, baterai telepon seluler (ponsel) 3,7 volt serta tutup botol air mineral yang dipasang figaro TaghuciGas Sensor (TGS) 2620. "Untuk membuat alat ini butuh biaya sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta tergantung keakuratan sensor," ujarnya.  

Digunakannya tutup botol dari plastik, menurut Meldi karena bahan itu paling stabil di di suhu ruangan. Alat tersebut bekerja dengan cara mendeteksi uap kadar alkohol dalam hembusan nafas. Sensor TGS 2620 bekerja saat saklar on-off diaktifkan. 

Keluaran sensor pun diolah dan hasilnya dikonversikan oleh rangkaian ADC yang tertanam pada micro controller ATmega8. Input dari sensor alkohol TGS 2620 kemudian diproses oleh ATmega8 dan ditampilkan pada layar Liquid Crystal Display (LCD).  Alat itu bisa dipakai sekitar dua hari sampai baterai habis.

Meski cukup efektif, lanjut Meldi, alat itu masih perlu disempurnakan. Sebab pendeteksian kadar alkohol hanya bisa dilakukan secara akurat bila konsumsi alkohol kurang dari dua jam. Bila lebih dari waktu itu, akurasinya semakin berkurang.

Sumber:http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/13/02/14/mi6rlz-mahasiswa-uad-deteksi-alkohol-melalui-napas-dalam-7-detik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar