Selasa, 13 November 2012

Jangan Lewatkan! Gerhana Matahari Total Terjadi 14 November 2012

Ilustrasi gerhana matahari (apod.nasa.gov)

 

Jakarta - Jangan lewatkan fenomena alam langka ini. Gerhana matahari akan terjadi pada Rabu, 14 November 2012. Peristiwa ini dapat diamati di wilayah Indonesia bagian timur, sedangkan untuk kawasan Indonesia bagian barat tidak terlihat.

"Ini gerhana matahari total, namun untuk wilayah Indonesia yang terlihat hanya gerhana matahari sebagian," kata Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, kepada detikcom, Senin (12/11/2012).

Thomas mengatakan, gerhana matahari sebagian ini dapat dilihat di Papua Barat, NTT dan Jayapura. Peristiwa gerhana matahari ini akan terlihat saat matahari terbit di kawasan tersebut.

Untuk kawasan NTT gerhana ini akan terjadi pada pukul 03.51 Wita hingga pukul 05.26 Wita. Sedangkan untuk kawasan Papua Barat gerhana akan terjadi pada pukul 04.42 WIT hingga pukul 06.21 WIT. Sedangkan untuk Jaya Pura akan terjadi pada pukul 05.40 WIT hingga pukul 06.28 WIT. "Persentase kegelapan peristiwa itu akan mencapai 70 persen di Papua," katanya.

Thomas mengatakan, daerah yang bisa menikmati gerhana matahari total di Australia Utara dan kawasan Pasifik. "Hanya di wilayah itu yang bisa melihat gerhana matahari total," katanya.
 
Matahari Akan Berbentuk Tanduk

AFP Gerhana Matahari Sebagian
 
Fenomena astronomi menarik akan terjadi Rabu (14/11/2012). Matahari akan tampak berbentuk tanduk. Jangan terburu-buru mengaitkan dengan apapun sebab fenomena ini rutin terjadi.

Mutoha Arkanuddin, pembina Jogja Astro Club (JAC) mengungkapkan bahwa fenomena yang mengakibatkan Matahari berbentuk tanduk itu adalah gerhana Matahari sebagian. Di Indonesia, fenomena ini hanya bisa disaksikan di wilayah Indonesia Timur, seperti Papua dan Nusa Tenggara. 

Mengambil titik di Merauke sebagai wilayah yang bisa melihat fenomena ini, Mutoha mengatakan bahwa total waktu gerhana akan terjadi selama 1,5 jam. Puncak gerhana akan terjadi sekitar pukul 5.28 WIT.

"Jadi saat Matahari terbit di Merauke, sudah terjadi gerhana. Matahari akan tampak berbentuk tanduk, sebagian piringannya tertutup Bulan," kata Mutoha saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/11/2012).

Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Piringan Bulan menutupi cahaya Matahari. Ada tiga macam gerhana Matahari yang bisa terjadi, yaitu total, sebagian serta cincin.

Menjelang gerhana esok, Matahari akan tampak mendahului Bulan. "Matahari dan Bulan sama-sama bergerak ke barat. Bulan muncul lebih dulu. Tapi, karena Matahari geraknya lebih cepat maka akan mendahului Bulan. Saat Matahari berada di bekalang Bulan, maka terjadi gerhana," kata Mutoha.

Diperkirakan, prosentasi piringan Matahari yang tertutup Bulan saat gerhana esok antara 31 - 68 persen, tergantung wilayahnya. Gerhana kali ini tak bisa dilihat di wilayah Indonesia Barat dan Tengah karena saat terjadi gerhana, Matahari belum terbit di wilayah itu.

Sementara gerhana Matahari sebagian terjadi di Indonesia Timur, belahan Bumi lain ada yang mengalami gerhana Matahari total. Wilayah yang mengalaminya antara lain Australia bagian utara. 

Di Indonesia, gerhana Matahari total akan terjadi pada 9 Maret 2016. Saat itu, gerhana Matahari total bisa dilihat di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Baik gerhana Matahari total maupun sebagian harus diamati dengan pelindung mata.

50 Ribu Turis Tunggu Gerhana Matahari Total di Queensland

Gerhana Matahari Total (Foto: Daily Telegraph)
Gerhana Matahari Total (Foto: Daily Telegraph)
Wisatawan berbondong-bondong datang dari berbagai sudut dunia menuju Queensland, Australia. Mereka datang untuk menyaksikan gerhana matahari total.

Pada 14 November 2012, tak lama setelah fajar sekira pukul 06.39 waktu setempat, suhu di Australia bagian utara akan turun. Langit pun akan tampak lebih gelap ketika bulan mulai melewati matahari. Jika cuaca memungkinkan, di langit akan tampak bulatan hitam dengan pancaran sinar matahari di sekelilingnya.

Fenomena bernama gerhana matahari total tersebut akan berlangsung sekira dua menit. Gerhana matahari total hanya akan terlihat dari Taman Nasional Kakadu, Queensland, Australia, sedangkan di bagian Australia lain hanya akan melihat gerhana matahari parsial.

“Lebih dari 50.000 turis yang setengahnya berasal dari luar negeri datang ke Australia dengan harapan dapat melihat gerhana. Sebagian besar akan berada di wilayah Douglas Cairns-Port di Queensland,” ujar Margaret Darveniza seorang pejabat daerah setempat, seperti dilansir dari DailyTelegraph, Senin (12/11/2012).

Beberapa hotel telah dipesan untuk menyambut 14 November 2012, bahkan sekira 5.000 turis akan tinggal di tenda untuk berkemah. Sementara, turis lainnya memilih melihat gerhana dari kapal, kereta api, juga balon udara.

Linda Bugbee, seorang wisatawan asal Virginia, USA, mengatakan sudah siap menyaksikan fenomena alam ini. “Semua orang akan menikmati saat-saat itu. Ketika melihatnya, mereka akan mulai berteriak, bahkan menangis. Namun, ketika gerhana selesai, orang-orang akan mulai menari dan bernyanyi,” ujar Linda yang merupakan seorang psikolog.

Saat melihat gerhana matahari total, yang penting diperhatikan adalah pelindung mata. Paparan radiasi elektromagnetik matahari dapat menghancurkan sel-sel dan menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

Diperkirakan, gerhana matahari total akan mulai terjadi di Queensland pada pukul 05.45 waktu setempat. Sementara itu, saat-saat bulan menutupi matahari secara penuh akan terjadi pada pukul 06.39 waktu setempat. Gerhana matahari total diperkirakan akan berlangsung selama dua menit. Ketika itu, matahari dan bulan akan berada 14 derajat di atas cakrawala. 

Gerhana Matahari adalah adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. 

Pada tahun 2012 ini telah diprediksikan terjadi empat kali empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana matahari dan dua kali Gerhana Bulan. Gerhana Matahari tersebut adalah berupa Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang terjadi pada 21 Mei 2012 dan Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada tanggal 14 November 2012. Adapun Gerhana Bulan yang terjadi adalah Gerhana Bulan Sebagian yang terjadi pada tanggal 04 Juni 2012 dan Gerhana Bulan Penumbra terjadi pada tanggal 28 November 2012.

BMKG sebagai institusi pemerintah yang salah satu tupoksinya dalam hal pengamatan posisi bulan dan matahari, penentuan tanda waktu dan pelayanan informasi tanda waktu, berkepentingan dengan pelayanan informasi GMT 14 November 2012 tersebut. Untuk itu, BMKG menyampaikan informasi GMT 14 November 2012 sebagai berikut.
 
Gambar 1. Peta Keteramatan Gerhana Matahari Total 14 November 2012.
Prosesi dan lokasi teramatinya GMT 14 November 2012 tersebut diilustrasikan pada gambar 1 di atas. Sebagaimana terlihat, GMT tersebut dapat diamati di Samudra Pasifik dan Australia bagian Utara. Gerhana ini juga dapat dilihat dari Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara bagian Timur berupa Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada saat Matahari terbit. 

Proses global fase-fase GMT adalah sebagai berikut :

1. Gerhana mulai : 02 38,0 WIB
2. Gerhana Total mulai : 03 36,1 WIB
3. Puncak Gerhana : 05 18,1 WIB
4. Gerhana Total berakhir : 06 47,4 WIB
5. Gerhana berakhir : 07 45,6 WIB.
 
Adapun waktu untuk setiap fase di setiap lokasi bisa berbeda dengan waktu-waktu di atas, karena hal ini bergantung pada posisi lokasi pengamat di permukaan Bumi dan posisi Bulan dan Matahari relatif terhadap posisi pengamat tersebut. Untuk wilayah Indonesia, hal ini dapat dilihat pada tabel 1 di bawah.

Tabel 1. Waktu fase-fase Gerhana Matahari Sebagian di beberapa kota di Indonesia
 
Lokasi
Posisi Lokasi
Gerhana
Mulai

Puncak
Gerhana

Gerhana Selesai

Magnitudo
Gerhana
Lintang
Bujur
Jayapura
02o 30’ LS
140o 42’ BT
-
05:28:06,2 WIT
06:21:33,3 WIT
WIT 67,6 %

Sorong
00o 51’ LS
131o 15’ BT
-
-
06:20:28,7 WIT
71,6 %
Ambon
03o 41’ LS
128o 11’ BT
-
-
06:23:44,6 WIT
71,6 %

Ternate
00o 46’ LU
127o 22’ BT
-
-
06:19:50,8 WIT
69,9 %
Kupang
10o 10’ LS
123o 35’ BT
-
-
05:29:34,4 WITA
98,5 %


Keterangan:
 –                              :  Matahari masih di bawah horizon (belum terbit) pada saat fase 
                                    gerhana tersebutberlangsung di kota bersangkutan.
Magnitudo gerhana  :  Persentase ketertutupan piringan Matahari oleh piringan Bulan saat 
                                    gerhana berlangsung. 

Sebagaimana telah diuraikan di atas, setiap gerhana gerhana dapat diprediksi. Hal ini terkait dengan suatu siklus gerhana yang disebut seri Saros. Dalam seri Saros ini, GMT 14 November 2012 merupakan anggota ke 45 dari seri saros 133 yang jumlah anggotanya 72 buah gerhana Matahari. 

Gerhana sebelumnya yang berasosiasi dengan GMT 14 November 2012 adalah GMT 3 November 1994. Sementara gerhana yang berasosiasi sesudahnya adalah GMT 25 November 2030.

Sumber: 
- http://news.detik.com/read/2012/11/12/095811/2088868/10/jangan-lewatkan-gerhana-matahari-terjadi-14-november?9922032
- http://sains.kompas.com/read/2012/11/13/21230065/Besok.Pagi.Matahari.Akan.Berbentuk.Tanduk
- http://travel.okezone.com/read/2012/11/12/407/717079/50-ribu-turis-tunggu-gerhana-matahari-total-di-queensland
- http://data.bmkg.go.id/share/Dokumen/gmt_14nov2012.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar