Minggu, 14 Juli 2013

Kontroversi Azan Channel 4 Inggris

  Logo Channel 4

TEMPO.CO Jakarta - Untuk pertama kalinya di Inggris, sebuah stasiun televisi bernama Channel 4 menyiarkan azan subuh selama 30 hari pada bulan Ramadan. Tayangan azan akan disiarkan setiap pukul 3 pagi untuk mengingatkan warga yang akan berpuasa agar menghentikan sahur mereka.

Siaran azan ini dibuat secara khusus dengan menampilkan musikus Inggris, Hassen Rasool. Selama tiga menit, pemirsa akan diajak mendengarkan azan sembari menyaksikan perjalanan Rasool menjelajahi Kota London, termasuk mengunjungi Katedral St. Paul yang legendaris.

Direktur Program Channel 4, Ralph Lee, menegaskan bahwa siaran ini dibuat dalam rangka menyambut Ramadan bagi 2,8 juta pemeluk Islam di Inggris. “Selama ini tayangan televisi Inggris tentang Ramadan masih minim. Bahkan tayangan tentang Islam biasanya berkaitan dengan teror atau radikal,” kata Lee kepada Radio Times pekan lalu.

Selain menayangkan azan subuh, stasiun televisi publik yang mendapat dana dari iklan itu menayangkan sejumlah program tentang Islam selama Juli-Agustus mendatang. Salah satu acara yang menjadi unggulan adalah program dokumenter A Very British Ramadan.

Program ini akan berkisah tentang perjalanan Rashid Khan, bekas atlet rugbi Inggris kenamaan berkeliling Inggris untuk melihat persiapan warga muslim menghadapi Ramadan. Khan akan bertemu dengan sejumlah warga yang akan bercerita bagaimana cara mereka menjalani Ramadan di Inggris.

Kritik sontak datang dari berbagai pihak. Sebuah kelompok yang menamakan diri Britain First mengajak warga Inggris memboikot Channel 4. Mereka menulis di akun Twitter bahwa stasiun televisi ini sudah menjadi budak umat Islam.

Tanggapan hati-hati dilontarkan oleh National Secular Society. Sang ketua, Terry Sanderson, menilai langkah Channel 4 itu merupakan cara untuk memperoleh kepopuleran melalui kontroversi. Sebelumnya, Channel 4 menuai kritik karena menayangkan seorang ulama radikal setelah terjadi pembunuhan tentara di Woolwich.

Namun Sanderson juga meminta masyarakat Inggris untuk adil. “Jika BBC menayangkan ratusan jam kebaktian di televisi dan radio, maka hanya tiga menit sehari untuk menayangkan azan, bagi saya, tidak masalah,” ujar dia kepada Daily Mail.

Lee mengakui sudah mengantisipasi kritik yang datang. “Kebijakan Channel 4 untuk mengakomodasi suara minoritas pasti membuat banyak orang gerah. Tapi inilah yang harus kami lakukan, memberi ruang bagi mereka yang tertindas.”

Muslim Council of Britain menyambut positif upaya Channel 4 tersebut. “Ini adalah bulan yang sangat khusus bagi muslim dan pengakuan dari media arus utama, tidak hanya simbolik atas solidaritas dan kebersamaan, tapi diharapkan juga membantu memberi gambaran yang lebih realistis mengenai keberadaan Islam dan muslim,” demikian bunyi pernyataan resmi Dewan Muslim Inggris itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar