Rabu, 10 Juli 2013

Sidrotun Naim Peneliti Virus Udang dan Obat Pencegahnya

Sidrotun Naim Peneliti Virus Udang dan Oat Pencegahnya 
Sidrotun Naim

BANDA ACEH, (PRLM).- Berkah tak terduga itu muncul saat Sidrotun Naim membantu petani udang di Aceh. Perempuan kelahiran Sukoharjo ini penasaran, kenapa infectious myonecrosis virus (IMNV) yang menyerang udang jenis vaname di Brazil, ada di Indonesia. Sejak itu, ia mengamati interaksi virus IMNV pada udang. Dari hasil pengamatannya, meski masih dalam proses, didapat rasio serangan IMNV menyebabkan 70 persen udang mati.
IMNV juga memiliki anatomi yang sama dengan rotavirus, penyebab kematian anak alita dengan gejala diare terus-menerus. Semoga saja, karya dari tangan anak guru agama ini, akan berguna untuk memahami infeksi rotavirus pada anak balita, sehingga bisa menyelamatkan generasi bangsa ini. Dialah sang pengulik virus udang, Sidrotun Naim.
Ketertarikan Naim meneliti infeksi virus pada udang bermula tahun 2006 saat terjadi serangan infectious myonecrosis virus (IMNV) pada udang vaname (penaeus vannamei) di Indonesia. Padahal, saat itu virus tersebut baru ditemukan pada ternak udang vaname di Brasil.
Ia mulai mengamati interaksi virus IMNV pada udang. Dari hasil pengamatannya sementara ini, rasio serangan IMNV menyebabkan 70 persen udang mati dan 30 persen hidup. Udang yang bertahan hidup akan diamati. Di sisi lain, IMNV memiliki anatomi yang sama dengan rotavirus, penyebab kematian anak balita dengan gejala diare terus-menerus.
Karenanya, hasil investigasi ini akan berguna untuk memahami infeksi rotavirus pada anak balita. Itu pula sebabnya penelitiannya dijalani pada studi kedokteran di Harvard. Penelitian Naim akan melengkapi hasil penelitian sebelumnya tentang pengendalian penyakit white spot syindrome virus (WSSV) pada udang yang dialkukan di Universitas Arizona selama dua tahun terakhir.
Dari hasil penelitiannya di Universitas Arizona, Naim menemukan infeksi WSSV pada udang dapat dikendalikan. Caranya, menerapkan sistem polikultur paa budidaya udang yang sudah diterapkan sebelumnya di salah satu lembaga penelitian di Jawa Timur. Ternak udang dipelihara dalam satu kolam bersama ikan nila, ditambah rumput laut untuk meningkatkan nilai ekonomi.
Berkat prestasinya itu, ia mendapat dukungan dan peganugerahan dari L'Oreal-Unesco for Women in Science. Naim adalah salah satu dari 15 perempuan peneliti muda dunia yang memperoleh beasiswa 40.000 dollar AS dari internasional L'Oreal-Unesco for Women in Science, Paris, Prancis.(A-147)***

*Saat ini Ibu Sidrotun Naim menjabat sebagai  Direktur Center for Sustainable Aquaculture and Pathology Studies (AquaPath) - Surya University.

Sumber:
http://surya.ac.id/news-detail.php?id=88&title=Sidrotun.Naim.Peneliti.Virus.Udang.dan.Oat.Pencegahnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar