Minggu, 13 Oktober 2013

2 Pelajar Utusan PBNU Raih Gelar MA di Maroko

2 Pelajar Utusan PBNU Raih Gelar MA di Maroko



RIMANEWS - Durrotul Yatimah Lc sekaligus mahasiswi delegasi PBNU yang dikirim belajar ke Maroko berhasil mempertahankan tesis masternya didepan tiga dewan penguji. Sidang tesis tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 pada hari Kamis (10/10/13) di Auditorium Institut Dar el Hadith el Hassania, Rabat.
Dihadapan dewan penguji yang terdiri dari Dr. Abdul Majid Muhib, Dr.Abdurrahman Alhibawi dan Dr. Althayyib lminwar, tesis berjudul keragaman ketetapan jurisprudensi dalam kitab Nihayatul Matlab fi Diroyatil Madzhab karya Al Juwaini (478H); bab jual beli, kompilasi dan studi ini diuji dalam kurun waktu sekitar satu setengah jam.
Dua hari sebelumnya, tepatnya Senin,8 Oktober 2013 di kampus yang sama, ketua Syuriah PCINU Maroko Alvian Iqbal Zahasfan, Lc juga telah melangsungkan sidang tesisnya dibidang aqidah dengn judul “al Mu'taqadaat al Mansubah ila Imam Abi Hasan Asy’ari min Khilali Kitab Tabyiini Kadzbi al Muftari fiima Nusiba ila imam Abi Hasan Asy'ari li Hafidz Ibnu 'Asakir (571 H).” (Ide- ide teologis yang dinisbatkan kepada Imam Asy’ari dalam kitab Tabyin Kadzib Muftari karya Ibnu Asakir) Dibawah bimbingan Dr Abdul Adzim Shoghiri, sedangkan tim penguji terdiri dari Dr. Omar lmubaraki dan Dr.Altayyib lminwar.
Pada sidang tesis tersebut dihadiri oleh Duta Besar RI Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja, Suparman Hasibuan Pensosbud KBRI Rabat, Prabowo Wiratmoko Jati Mustasyar PCINU Maroko dan sejumlah Lokal Staff dan Home Staff KBRI Rabat. Turut hadir pula sejumlah perwakilan anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, pengurus PCINU Maroko dan civitas akademika Institut Darul  Hadits.
Saat diwawancarai mengenai sistem pembelajaran di Dar el Hadith el Hassania, ketua Fatayat PCINU Maroko Durrotul Yatimah Lc menyatakan bahwa, untuk jenjang master, mahasiswa yang tidak menyelesaikan S1 di Dar el Hadith el Hassania wajib menempuh master selama 3 tahun, dan selama 6 semester ada materi kuliah di kelas. “Pada tahun ketiga meskipun ada beban tesis, tapi tetap ada kuliah full tiap minggu, oleh karenanya nilai tesis tidak tersendirikan tapi digabung dengan nilai semester 6". Ujanrnya.
Pada tahun 2010 PBNU mengirim delegasi pelajar ke Maroko yang berjumlah 14 pelajar, dengan rincian 4 program master dan sisanya program S1. Dengan sistem belajar 3 tahun untuk s1 maka pada bulan Juli lalu para mahasiswa sarjana juga sudah menyelesaikan proses belajarnya, bahkan sebagian dari mereka mendapatkan nilai tertinggi. [Pengirim: Kusnadi El-Ghezwa, Koordinator Departemen Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Ta’lif wa Nasyr PCINU Maroko]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar