Selasa, 07 Agustus 2012

Baterei Lumpur Lapindo 10 Persen Lebih Kuat

Keren, Baterei Lumpur Lapindo 10 Persen Lebih Kuat
Baterai/ilustrasi



REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Baterai "Lusi Cell" yang berbahan material lumpur Sidoarjo karya mahasiswa Universitas Negeri Semarang diklaim 10 persen lebih tahan lama dibandingkan baterai-baterai sejenis di pasaran. "Kami sudah lakukan pengujian dengan membandingkan ketahanan baterai 'Lusi Cell' yang berkapasitas 1,5 volt dan lima merek baterai sejenis," kata Aji Christian Bani Adam (24) mahasiswa Unnes, di Semarang, Jumat (3/8).

Baterai sel kering (dry cell battery) itu dikembangkan Aji (Fakultas MIPA Unnes)bersama tiga kawannya, yakni Umarudin (FMIPA), Oki Prisnawan (Fakultas Ekonomi), dan Yoga Pratama (Fakultas Ilmu Keolahragaan). Dari hasil pengujian dengan menggunakannya untuk senter yang dinyalakan terus-menerus, baterai "Lusi Cell" yang merupakan singkatan "Lumpur Sidoarjo" mampu bertahan memberi listrik senter selama lima jam.

"Selama ini, kami membuat baterai itu melalui cara konvensional yang membutuhkan waktu sekitar 10--15 menit setiap baterai. Kalau dibuat dengan mesin, tentu produktivitasnya akan semakin meningkat," katanya.

Aji menceritakan ide awal memanfaatkan material lumpur panas Sidoarjo atau dikenal juga lumpur Lapindo itu karena keprihatinan mereka atas meluapnya lumpur panas yang menimbun rumah-rumah warga Porong, Sidoarjo. "Sampai saat ini, material lumpur panas masih keluar. Kami sempat berkonsultasi dengan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tentang kandungan logam berat yang besar dari material lumpur," katanya.

Setelah diteliti, kata dia, ternyata material lumpur Sidoarjo memiliki kadar garam yang tinggi sekitar 40 persen, serta kandungan logam, seperti mangan yang selama ini banyak digunakan untuk pembuatan baterai.

Dari penghitungan produksi, mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA Unnes itu mengatakan pembuatan baterai berbahan lumpur Sidoarjo ternyata jatuhnya lebih murah karena bahan materialnya bisa didapatkan secara mudah.

"Setengah kilogram lumpur Sidoarjo bisa menghasilkan 20 baterai kering. Sementara ini, kami 'bermain' baterai di kelas 'middle' berkapasitas 1,5 volt yang jenis serupa banyak ditemukan dengan berbagai merek," katanya.

Kendala yang dihadapi hanya masalah jarak, kata dia, karena itu mereka berkeinginan menggandeng investor untuk memproduksi baterai tersebut secara massal dengan mendirikan perusahaan kecil di Sidoarjo.

"Rencananya, kami ingin mendirikan CV di Sidoarjo dengan merekrut pekerja dari para korban lumpur Sidoarjo. Kalau sudah menggunakan mesin, kami perkirakan sanggup memproduksi sampai 1.000 baterai/hari," kata Aji.

Menanggapi inovasi baterai "Lusi Cell" karya mahasiswanya yang menyabet juara dua ajang "Technopreneurship 2012" yang diprakarsai Kementerian Riset dan Teknologi, Pembantu Rektor III Unnes Masruhi sangat mengapresiasi.

"Kami berharap ini bisa menular ke adik-adik kelas mereka. Penemuan ini akan dipamerkan dalam peringatan Hari Teknologi Nasional pada tanggal 8--11 Agustus 2012 di Bandung. Mudah-mudahan ada investor tertarik," katanya.

Sumber:http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/12/08/03/m86mrs-keren-baterei-lumpur-lapindo-10-persen-lebih-kuat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar