Kamis, 02 Agustus 2012

Menyoal Terbelenggunya Syetan di Bulan Ramadhan

 Oleh: Mahrus Sholeh
 Peneliti di Pusat Kajian Tafsir & Hadits Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya

Pada bulan suci ini ada sebuah slogan atau konsep yang mengatakan bahwasannya “Semua setan terbelenggu di bulan Ramadhan“. Saya kira itu bukan hanya slogan belaka, kita amati juga ada benarnya. Hal ini juga tidak lepas dari ma’na hadits nabi yang mengatakan bahwasannya “Apabila bulan puasa tiba, maka terbuka pintu-pintu surga, tertutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu”.

Jika dikatakan, bagaimana kita masih dapat menyaksikan banyaknya keburukan dan kemaksiatan di bulan Ramadhan. Seandainya setan dibelenggu, seharusnya hal itu tidak terjadi?" Maka jawabanya adalah, "Bahwa kemampuan setan menggoda menjadi berkurang dalam menggoda orang-orang yang berpuasa apabila dia memperhatikan syarat-syarat dan adab-adabnya. Atau pemahaman lain bahwa yang dibelenggu hanyalah setan pembangkang, bukan semuanya sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat. Atau yang dimaksud adalah berkurangnya keburukan di bulan tersebut, dan ini adalah perkara yang dapat dirasakan, karena terjadinya keburukan menjadi berkurang di bulan ini. Disamping itu, kalaupun semua setan dibelenggu, hal itu bukan berarti tidak akan terjadi keburukan dan kemaksiatan, karena semua itu dapat terjadi karena sebab selain setan, seperti jiwa yang buruk, serta kebiasaan jelek atau karena setan manusia."

Istilah terbelenggu ini seharusnya dipahami secara tuntas dan lugas, tidak bisa kita artikan dengan mentah-mentah. makna setan terbelenggu saat bulan puasa tidak bisa ditafsirkan sebagai keterpasungan setan dalam sebuah rantai atau apapun bentuknya, tapi lebih pada sisi lainya yang tampak abstrak. Konsep setan terbelenggu hanya berlaku bagi orang yang sedang berpuasa-tentunya, mereka yang berpuasa dengan benar. Ruang godaan setan lebih sempit karena banyaknya peluang-peluang kebaikan yang dilakukan hamba-hamba Allah. Dan ruang yang memperkikis atau mempersempit itu salah satunya puasa, tarawih, tadarus, dan sebagainya.  

Di bulan puasa, memang setan terbelenggu, tapi ada orang-orang yang hawa nafsunya tidak terkendali. Mereka itulah yang melakukan kedurhakaan. Ulama-ulama menjelaskan bahwa ada perbedaan antara godaan setan dan rayuan nafsu. Setan menggoda dengan tujuan merugikan manusia, atau paling tidak menjadikannya tidak beruntung. Karena itu setan dapat mengubah rayuannya dari saat ke saat jika gagal dalam rayuan pertama. Ini berbeda dengan nafsu yang hanya ingin memuaskan dirinya, sehingga jika menginginkan sesuatu, dia tidak akan mengubahnya dan terus mendesak hingga keinginan tercapai.

Maka maksud ‘’setan terbelenggu’’ adalah terbelenggu pada sebagian hal dan sebagian manusia. ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan dibukakan pintu surga adalah kesempatan beribadah yang Allah berikan pada bulan Ramadhan yang tidak diperdapatkan dalam bulan lain, seperti Puasa, Qiyâmul Lail, Shadaqah, membaca al-Quran serta menahan diri dari keburukan. Ini semua adalah menjadi sebab bagi dibukakan pintu surga dan ditutup pintu neraka. Maka ‘’dibelenggu setan’’ adalah ungkapan sebagai kiasan dari keadaan manusia selalu beribadah , membaca Alquran dan berdzikir serta yang menahan diri dari nafsu yang berujung pada tertutupnya pintu neraka dan setan tak mampu menggoda manusia.

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i Rahimahullahu berkata bahwa yang dibelenggu adalah setan dari kalangan jin yang sangat jahat. Sedangkan setan-setan yang kecil dan setan-setan dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu. Demikian pula dengan jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan, teman-teman duduk yang jelek, dan, tabiat yang memang senang dengan fitnah dan pertikaian. Semua ini tetap ada di tengah manusia, tidak terbelenggu kecuali jin-jin yang sangat jahat. Dalam artian istilah syetan terbelenggu adalah hawa nafsu kita yang seharusnya lebih dijaga untuk menciptakan hati yang tenang dan tenteram.

Maka dari itu kita sebagai manusia yang bertakwa inilah waktunya untuk berbenah diri dan membebaskan segala belenggu di bulan ramadhan dengan bertaubat dan memohon kesucian jiwa kepada allah dan memperbaiki jiwa kita untuk meraih kesempurnaan jiwa dan keridhoan ilahi.

Sumber: http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,39072-lang,id-c,kolom-t,Menyoal+Terbelenggunya+Syetan+di+Bulan+Ramadhan-.phpx

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar