Senin, 06 Agustus 2012

Ciptakan Bel Otomatis, Anak Muda NU Gerakkan Pendidikan Tepat Waktu

Juliana Pangestu ketika bertemu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.



Jakarta, NU Online
Juliana Pangestu, anak muda lulusan MTs Maarif NU 1 Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, berhasil menciptakan bel otomatis yang dinamakan Bel Otomatis Sekolah Negeriku (Bosku). Dari penemuan itu, kemudian ia menjadi penggerak Pendidikan Indonesia Tepat Waktu.

Senin (7/8) sore kemarin, ia bertemu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, dirinya mendukung anak muda NU yang kreatif di bidang masing-masing.

“Saya bangga dan bersyukur seorang kader NU, Juliana Pangestu, dari Banyumas berhasil menemukan bel otomatis sekolah, sekaligus penggerak Pendidikan Indonesia Tepat Waktu,” ujarnya.

Kiai Said berharap, bel otomatis buah karya Juliana tersebut bermanfaat untuk kemajuan umat, khususnya warga nahdliyin, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Juliana lahir di Banyumas, 25 Mei 1980 itu memulai usahanya sejak  2005. Ia memasarkan produk door to door ke berbagai sekolah di Banyumas, “Dari 400 sekolah yang  dikunjungi, hanya 15 sekolah yang berminat membeli,” ujarnya.

Tapi dia tak putus asa. Anak muda NU yang juga mengenyam pendidikan di Universitas Gajah Mada terus berjuang memasarkannya. Targetnya tetap Banyumas.

Pada Mei 2008, daerah tersebut mencetak rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai kabupaten yang menggunakan BOS terbanyak di Indonesia, yaitu 851 sekolah. Rekor itu itu sekaligus pencanangan kampanye Banyumas On Time (tepat waktu).

Mulai tahun 2005 sampai 2012, Bosku sudah terjual lebih dari 4.000 unit di seluruh wilayah Indonesia. Adapun wilayah distribusi meliputi Aceh, Medan, Binjai, Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Padang,  Riau, Pekan Baru, Batam, Lampung, Palembang, Pontianak, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Banjarbaru.

Selanjutnya DKI Jakarta, Kuningan, Cirebon, Bekasi, Tanggerang, Banten, Surabaya, Bojonegoro, Gresik, Banyuwangi, Jombang, Ngawi, Malang, Lamongan, Pasuruan, Blitar, Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul dan seluruh Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.

Sumber:http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,39159-lang,id-c,nasional-t,Ciptakan+Bel+Otomatis++Anak+Muda+NU+Gerakkan+Pendidikan+Tepat+Waktu-.phpx

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar