Sabtu, 08 September 2012

Faktor Genetis Tentukan Pandangan Politik Seseorang

Kaczynski bersaudara, Presiden dan PM Polandia (VOA)

PENELITIAN baru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa faktor genetis berperan besar dalam menentukan pandangan politik seseorang, terutama bila menyangkut isu-isu sosial.

Selama bertahun-tahun, ilmuwan politik berpendapat bahwa pandangan politik seseorang ditentukan oleh lingkungannya, misalnya apa yang diyakini orang tua dan teman-temannya, serta masyarakat di mana ia tinggal.


Tetapi, penelitian di Universitas Brown, Rhode Island, menyimpulkan lingkungan bukan satu-satunya faktor penentu. Justru separuh dari keyakinan politik seseorang dipengaruhi faktor genetis.


Rose McDermott, guru besar ilmu politik Universitas Brown merupakan salah seorang penulis hasil penelitian terbaru itu. Ia mengatakan, faktor-faktor sosial, seperti keluarga dan teman-teman, dapat membentuk afiliasi politik seseorang, tetapi faktor biologis juga tampaknya mempengaruhi pandangan orang tersebut secara umum.

"Kecenderungan yang mendasari pandangan liberal hingga konservatif tampaknya ada dalam faktor-faktor genetis," ujarnya.

Penelitian ini didasarkan pada analisis data dari puluhan penelitian terhadap anak-anak kembar di AS dan Australia.


Kembar identik yang memiliki DNA sama, sekitar 60 persen kemungkinan akan memiliki keyakinan politik yang serupa. McDermott mengatakan, hal ini menunjukkan peran genetis yang kuat dalam kecenderungan politik.


Sementara kembar tidak identik, yang secara genetis berbeda, lebih besar kemungkinannya memiliki keyakinan politik berlainan. Ini menunjukkan peran lingkungan yang lebih kuat dalam preferensi politik.


Karena penelitian ini masih baru, para pakar hanya mengidentifikasi beberapa gen yang mungkin mempengaruhi perilaku, seperti kedatangan pemilih ke TPS dan kekerasan politik.


Tetapi, keyakinan politik yang diwariskan melalui gen, kata McDermott, tampaknya paling berpengaruh dalam pembentukan opini mengenai isu-isu sosial.


"Kita harus mengasuh anak-anak kita selama beberapa generasi. Dalam konteks masa kini, ini dapat mempengaruhi sikap mengenai aborsi, pernikahan sesama jenis dan hal-hal semacam itu," tambahnya.


McDermott dan para sejawatnya berharap temuan-temuan mereka akan mengarah pada pandangan lebih dalam mengenai ideologi politik dan dampaknya pada kebijakan publik.


Artikel mengenai pengaruh gen terhadap pandangan politik muncul dalam jurnal Trends in Genetics. (VOA/Wrt3).

Sumber:http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/09/09/105297/Faktor-Genetis-Tentukan-Pandangan-Politik-Seseorang/3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar